logo


Spirit Mentan untuk Pemuda Tani Gempita Menular ke Kader Partai Republik

Gerakan Pemuda Tani (Gempita) bergerak sejak 2016 menanami lahan tidur, sebagai upaya regenerasi petani ke angkatan muda, di antaranya kader-kader Partai Republik.

25 April 2017 20:52 WIB

Ilustrasi, petani memanen jagung.
Ilustrasi, petani memanen jagung. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Manuver lobi Gempita ke berbagai komunitas besar di berbagai daerah Indonesia mulai menuai hasil. Ternyata di bumi pertiwi banyak aset tanah BUMN dan BUMD serta milik perorangan yang tidak produktif alias menganggur dengan berbagai alasan -- yang akan digarap melalui program Gempita untuk mengembalikan gairah bertani di kalangan pemuda.

”Umumnya karena menunggu bantuan pemerintah sehingga lahan menjadi menganggur,” kata Ketua Gempita, M.Riyada yang akrab dipanggil ”Bang Dadang” kepada Jitunews.com di Kantor DPP Partai Republik, Jalan Pemuda 289, Rawamangun, Jakarta Timur.

Dalam audiensi Gempita dengan pengurus DPP Partai Republik, dijelaskan oleh Bang Dadang, bahwa Gempita siap sesegera mungkin untuk memfasilitasi kelompok tani yang dimotori kaum muda yang data identitasnya otentik dengan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga untuk menggarap lahan tidur minimal 100 hektare di daerahnya.


Kemendag Cek Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok di Gorontalo

”Kalau data lahan tidurnya sudah jelas jumlahnya minimal 100 hektare, milik siapa, ada surat izin pinjam pakai dari pemilik minimal untuk setahun atau lebih dari setahun lebih bagus lagi. Apalagi Presiden Jokowi juga ada program membagi-bagikan tanah aset pemerintah di antaranya milik BUMN untuk dipinjam-gunakan kepada masyarakat desa sebagai hutan sosial dalam jangka waktu 35 tahun. Jika data calon lahannya sudah ada dan data identitas petaninya juga sudah ada, maka tim Gempita secepatnya mendatangi lokasi agar bisa segera diurus pemberian hibah benih, pupuk, pestisida dan alsintan alat-alat pertanian dari Kementerian Pertanian,” jelas Bang Dadang.

”Lalu bagaimana fenomena seperti di Sumatera, lahan menganggur banyak, tapi anak muda tak mau bertani karena dapat uangnya setelah panen. Sehingga mereka memilih bekerja di kota, tiap bulan dapat gaji. Anak muda itu mau bertani asalkan ada upahnya untuk kebutuhan bulanan ?” tanya Hamdan Harahap, Wakil Ketua Umum Partai Republik.

Bang Dadang menjawab, ”Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) ingin menghidupkan kembali semangat bertani di kalangan pemuda. Sehingga di kemudian hari tidak hilang status Indonesia sebagai negara agraris. Makanya kalangan pemuda yang menjadi prioritas sasaran dari Gempita. Kalau masalahnya anak muda butuh dana segar sebagai upah bertani dan lain-lain, hal ini bisa difasilitasi Gempita dengan kemudahan akses mendapatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari BRI.”

Kader-kader Partai Republik di berbagai daerah yang dikabari prihal ini pun menyambut positif atas ajakan kerjasama dengan Gempita. Sebagian dari mereka kebutulan juga sudah mulai bergerak membentuk koperasi. Jaringan koperasi Partai Republik dalam waktu dekat akan ada di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, sehingga pintu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan Gempita. Termasuk koperasi yang ada di kota di beberapa daerah juga bisa mencarikan lahan tidur untuk digarap oleh kaum muda. Hasil panen dari program Gempita ini pemasarannya akan dijual ke Bulog.

”Untuk sementara ini, arahan dari Pak Menteri Pertanian, bahwa Gempita lebih dulu memprioritaskan pertanian jagung, karena panennya cepat hanya tiga bulan sudah dapat uang. Supaya para pemuda juga tidak down kalau uang hasil panen bisa cepat didapat,” papar Bang Dadang.

Ia juga menambahkan, jika sudah sukses panen jagung, maka berikutnya bisa juga kelompok tani pemuda itu mengajukan bantuan benih padi dan kedelai atau tanaman endemik sebagai nilai tambah dari kerjasama dengan Gempita.

Sebagai informasi, koperasi jaringan Partai Republik juga menggarap usaha travel umroh, haji dan wisata ziarah serta perjalanan biasa dengan pesawat. Selain itu jaringan koperasi Partai Republik juga memproduksi pupuk organik untuk diperdagangkan. Bisa jadi pupuk produksi Partai Republik yang dijadikan pupuk resmi dari dana bantuan pemerintah.

Kepala Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Fathan A. Rasyid mengatakan hadirnya Gempita merupakan sebuah jawaban atas upaya regenerasi petani yang dilakukan oleh pemerintah khususnya Kementerian Pertanian.

”Kita berharap dengan adanya Gempita ini mampu mendorong peningkatan sektor pertanian, melalui kerjasama yang baik dengan para petani,” kata Fathan A. Rasyid kepada Jitunews.com, Selasa (25/4).

Ia juga mengatakan lahirnya Gempita merupakan gagasan visioner Mentan Amran Sulaiman guna menjawab krisis sumber daya pertanian. Selain itu, Gempita juga menjadi wadah generasi muda dalam program memperluas areal tanam di lahan tidur guna pencapaian target swasembada jagung 2017.

Ia juga menambahkan, guna mensukseskan program swasembada pangan nasional, maka semua elemen bangsa harus ikut dilibatkan terutama kaum muda. Hadirnya Gempita, kata Mentan, dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur, baik itu lahan terlantar, lahan perkebunan, dan memberikan angin segar di sektor pertanian.

”Gerakan Gempita diharapkan menjadi program regenerasi petani sebagai pusat penguatan korporasi pertanian,” demikian kata Fathan A. Rasyid.

Di masa kini, tidak bisa lagi negara membiarkan petani ini berjalan sendiri. Untuk itu, kata Mentan Amran Sulaiman, dengan skala ekonomi yang sangat besar harus ada penerapan manajemen modern sesuai amanah Presiden Jokowi.

Gempita akan bahu membahu dengan pemerintah dan organisasi pemuda dan kemasyarakatan dalam rangka mempercepat capaian target swasembada.

Seperti Gempita Gorontalo yang berkomitmen mendukung penuh program pemerintah untuk meningkatkan produksi jagung di Provinsi Gorontalo.

Pasalnya melalui Wadah Gempita, ratusan pemuda di Gorontalo bakal mengawal pelaksanaan program penanaman jagung seluas 37.000 hektar se-Provinsi Gorontalo yang didukung oleh Kementerian Pertanian RI.

Di Gorontalo masih sangat luas lahan tidur yang bisa dimanfaatkan oleh pemuda. Lahan tidur ini sangat efektif mendukung peningkatan produksi jagung dan kesejahteraan masyarakat.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Menteri Pertanian, Sukriansyah Latief. Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Indonesia memiliki target yang jelas, yaitu merawat identitas bangsa agraris dan menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Secara operasional di antaranya mencetak pemuda sebagai manajer pertanian sekaligus mengkampanyekan peluang ekonomi yang diperoleh dari sektor pertanian

”Lahan tidur siap kita hidupkan untuk keperluan tersebut. Gerakan didukung penuh oleh Kementan yang sudah menandatangani MoU dengan berbagai pihak terkait untuk bisa memanfaatkan lahan tidur di berbagai kabupaten/kota. Semua lahan HGU yang tidur wajib dikelola untuk kepentingan pertanian. Maka tidak ada alasan untuk membiarkan kesempatan ini dilewatkan pemuda,” jelas Sukriansyah Latief.

Kopi Indonesia Sukses Tembus Pusat Kopi Dunia di AS

Halaman: 
Penulis : Yusran Edo Fauzi,Marselinus Gunas