logo


Kemendag Cek Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok di Gorontalo

Kasan menyampaikan, pantauan harga di Gorontalo dilakukan di Pasar Sentral Gorontalo, ritel modern Hypermart, serta BULOG Sub Divre Gorontalo.

25 April 2017 19:07 WIB

dok. Humas Kemendag

GORONTALO, JITUNEWS.COM – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, memastikan, stok dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Gorontalo relatif aman dan cukup menjelang Puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017/1438 H.

“Secara umum harga dan pasokan bapok di Gorontalo relatif aman. Bahkan untuk beberapa komoditas bisa memasok untuk daerah lain,” ujar Kasan dalam keterangan resminya kepada Jitunews.com, Selasa (25/4).

Gorontalo menjadi kota ketiga setelah Pangkalpinang dan Ternate yang ditinjau langsung oleh Kasan. Rangkaian kegiatan pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok ini dilakukan Kementerian Perdagangan untuk memastikan kesiapan daerah, terutama dalam menghadapi Puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017/1438 H.


Ini Solusi Atasi Fenomena Kenaikan Bahan Pokok Jelang Ramadhan

Kasan menyampaikan, pantauan harga di Gorontalo dilakukan di Pasar Sentral Gorontalo, ritel modern Hypermart, serta BULOG Sub Divre Gorontalo.

Dari hasil pantauan di Pasar Sentral Gorontalo, tercatat penurunan beberapa komoditas bapok dibandingkan minggu lalu (18/4), yaitu harga gula pasir turun 6% dari Rp 16.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, beras turun 6% dari Rp 9.000/liter menjadi Rp 8.500/liter, cabai merah keriting turun 20% dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 20.000/kg, dan bawang merah turun 14% dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 30.000/kg.

Sedangkan, harga minyak goreng kemasan sederhana tercatat naik 4% dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 13.500/kg, daging sapi segar naik 10% dari Rp 100.000/kg menjadi Rp 110.000/kg, dan bawang putih naik 13% dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 45.000/kg. Sementara harga daging ayam boiler cenderung stabil yaitu Rp 25.000/kg, begitu pula dengan harga telur ayam ras Rp 27.000/kg, serta cabai rawit merah Rp 60.000/kg.

"Perkembangan harga barang kebutuhan pokok di Gorontalo terpantau relatif stabil bahkan cenderung turun dibandingkan satu minggu sebelumnya. Harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok hari ini dibandingkan satu minggu sebelumnya (18/4) umumnya juga relatif stabil (turun/naik 0-2%)," imbuh Kasan.

Selain itu, Kasan mengunjungi Hypermart untuk memastikan penerapan MoU Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas di ritel modern. Sebelumnya, Kemendag telah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Distributor Gula, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makanan Indonesia (AIMMI), Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), dan Bulog pada 4 April 2017 di Jakarta.

"Mulai 10 April 2017 lalu sampai dengan 10 September 2017 diberlakukan HET untuk gula pasir Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/ltr, dan daging beku Rp 80.000/kg," ujar Kasan.

Kasan menyatakan, ritel modern merupakan price leader atau rujukan pembentukan harga bagi pasar rakyat dan toko kelontong, sehingga diharapkan tidak ada lagi lonjakan harga yang tidak wajar di pasar.

Kasan memberikan apresiasi kepada Hypermart karena komitmennya untuk menerapkan aturan HET tiga komoditas yang bisa dilihat dari penurunan harga gula menjadi Rp 12.500/kg. Namun untuk komoditas minyak goreng dan daging sapi beku belum dapat diterapkan aturan HET karena terkendala stok yang belum tersedia dari pusat.

Usai mengunjungi Hypermart, Kasan meninjau langsung gudang BULOG Sub Divre Gorontalo untuk mengecek ketersediaan stok bapok di Gorontalo. Kasan menyatakan, tercatat Bulog memiliki stok beras sebanyak 4.200 ton dengan konsumsi 1.600 ton per bulan. Sedangkan stok gula pasir tersedia sebanyak 507 ton.

"Dengan pasokan tersebut ketahanan pangan di Gorontalo dapat tercukupi selama tiga bulan ke depan," jelas Kasan.

 

PD Pasar Jaya Akan Beli Alat Penyimpanan Bahan Pokok Sebelum Ramadhan

Halaman: 
Penulis : Riana