logo


Mentan Minta Agar Manajemen Kebun Koja Diperbaiki

Mentan meminta Kuasa Direksi Kebun PG. Bone, Takalar dan Camming agar mengangkat satu jabatan Sinder Embung yang bertanggung jawab untuk membuat dan memelihara embung.

25 April 2017 15:38 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Jitunews/Siprianus Jewarut

MAKASSAR, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian meminta pimpinan kebun koju PTPN XIV agar memperbaiki sistem dan manajemennya, hal ini disampaikannya saat mengunjungi Kebun Tebu Koju, milik PTPN XIV yang dikelola PTPN X. Kebun Koju seluas 5000 hektar dengan produktivitas rata-rata 70 hingga 80 Ton/ha dan tingkat rendemen 6 sampai 7 persen.

"Saya sudah berkeliling dan lihat sudah ada perbaikan namun harus lebih cepat lagi ditingkatkan bila penting tidak hanya lompatan, terbang pun harus dilakukan agar ketertinggalan Pabrik Gula Bone, Takalar dan Camming bisa diselesaikan terutama menyejahterakan Petani di sekitar kebun," demikian kata Mentan seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Selasa (25/4).

Mentan juga meminta Kuasa Direksi Kebun PG. Bone, Takalar dan Camming agar mengangkat satu jabatan Sinder Embung yang bertanggung jawab untuk membuat dan memelihara embung.


LSM Serukan Agar Reformasi Agraria Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Petani

"SK-nya segera serahkan pada Saya," ujar Mentan.

Mentan juga menegaskan bahwa perlu untuk memilih petugas yang kompeten, yang benar- benar pekerja dan bertanggung jawab.

"Bila tidak memenuhi syarat dari target langsung diganti, tidak boleh main-main," katanya.

Pasalnya embung tersebut akan menangkap air yang tercurah dari langit sehingga tidak sia-sia terbuang ke laut. Air hujan optimalkan untuk jadi sumber kehidupan bagi tanaman apa saja dan ternak. Kementerian Pertanian akan membantu bibit tanaman buah dan hortikultura dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar kebun. Di embung yang baik juga bisa dikembangkan ternak ikan dan dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Andi Amran meminta agar manajemen kebun tidak boleh lagi main-main. Kita harus bekerja keras untuk perluasan kebun bahkan pembangunan pabrik gula baru di Sulawesi bisa diwujudkan.

"Kebutuhan Gula Indonesia terus meningkat, tahun ini kita defisit 3,6 juta Ton. Saya yakin ini bisa diselesaikan sama halnya dengan komoditas lain. Dulu banyak yang meragukan bahwa kita dapat memenuhi kebutuhan beras, bawang, dan jagung namun belum 3 tahun, semua keraguan itu kita patahkan," demikian kata Mentan.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa untuk Stok beras di gudang hingga saat ini ada 2 juta ton, tidak ada impor sepanjang tahun 2016 demikian juga bawang dulu kita impor sekarang sudah tidak sama halnya dengan jagung yang tadinya impor kita 3 juta ton setiap tahun sekarang bisa kita tekan hingga 66 persen dan tidak tertutup kemungkinan tahun depan impor jagung kita nol persen.

"Melihat semua itu kita harus yakin dengan kerja keras persoalan pabrik gula dapat kita selesaikan. Pabrik Gula Bone tahun ini untung 75 miliar, Camming untung 65 miliar dan PG Takalar juga untung 69 miliar namun bukan hanya untung yang kita perhitungkan, produktivitas dan rendemen serta manajemen kebun harus ditingkatkan. Produktivitas yang ideal 100/10/ha (100 ton dan rendemen 10%) per hektar dan kebutuhan air kebun juga terjamin," katanya.

Menteri Pertanian menceritakan pengalamannya dulu jadi karyawan di kebun PG Bone, "disini banyak kolega saya yang masih aktif. Saya hanya pesankan agar bekerja lebih ikhlas dan Cintailah Tanaman Tebu ini seperti Kita mencintai Keluarga agar tanaman tebu ini pun memberikan Cintanya pada Kita," tukas Mentan.

Hasil Survei BPS Tujukan Jumlah Masyarakat Miskin Didominasi Oleh Petani

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata