logo


Ini Kata Sekjen Golkar Terkait Maraknya Kabar Ahok Akan Jadi Mendagri

Ia malah menyerahkan wacana yang berkembang di masyarakat melalui pesan berantai itu kepada Presiden Joko Widodo.

25 April 2017 15:17 WIB

Idrus Marham.
Idrus Marham. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Santer terdengar bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disebut akan menempati posisi barunya sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), usai kalah dalam versi hitung cepat Pilkada Jakarta putaran kedua.

Bukan itu saja, mantan Bupati Belitung Timur ini digadang-gadang akan berada di kursi pemimpin KPK dan bahkan akan dicalonkan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali pada tahun 2018 mendatang.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, angkat bicara. Ia pun merasa enggan mengomentari wacana tersebut dan malah menyerahkan wacana yang berkembang di masyarakat melalui pesan berantai itu kepada Presiden Joko Widodo.


Pengamat: Selamat Buat Pak Ahok! Bukan Soal Kalah Atau Menang, Tapi…

"Jadi kalau seperti itu silakan ke presiden. Salah satu kenapa masalah kita tidak bisa selesai-selesai, karena kadang-kadang hak orang kita juga ikut. Jadi biarkanlah perannya presiden di situ, biarlah haknya presiden di situ,"ujarnya di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Selain itu, Idrus juga enggan memberikan penilaian-penilaian apakah Ahok layak menjadi Mendagri. Lagi-lagi ia kembali menyerahkan kepada presiden untuk mengambil langkah terbaik dalam rangka memacu kinerjanya.

Idrus juga enggan berkomentar saat disinggung pertanyaan apakah partai Golkar akan mendukung Ahok, apabila mantan bupati Belitung Timur itu dicalonkan di Pilgub Bali 2018.

"Haduh, gimana sih ini, nggak nggak, no comment," tutupnya.

Akan Tinggalkan Kursi Gubernur Jakarta, Keinginan Ahok Ini Sederhana Saja

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari