logo


Kata Golkar Soal Kasus Setnov: Kalau Dia Jadi Tersangka, Masa Kita Diam?

Yorrys tak ingin nantinya kasus e-KTP ini akan merembet lebih luas ke dalam internal partai

25 April 2017 00:39 WIB

Setya Novanto.
Setya Novanto. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasus dugaan korupsi proyek e-KTP masih terus bergulir hingga kini, dimana nama Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pun ikut terseret dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu. Setnov, panggilan akrabnya, pun telah dicekal berpergian ke luar negeri selama enam bulan.

Terkait hal ini, Yorrys Raweyai selaku Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar, mengatakan bahwa Golkar tengah menyiapkan strategi terkait hal ini. Namun, ia enggan menjelaskan akan strategi tersebut.

"Banyak opsi tapi tidak untuk publik. Kalau dia jadi tersangka, masa kita diam? Pasti ada implikasi terhadap partai Golkar. Skenario, masa bicara ke kalian, masa cerita ke kalian (wartawan), kan ini internal," ujar Yorrys di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).


Didesak Mundur oleh Kader Partainya, Setnov: Hahaha

Yorrys melihat, dengan pencekalan yang ditunjukkan kepada Setnov merupakan suatu pertanda bahwa ia bisa jadi tersangka. Dalam hal ini, Golkar pun sudah melakukan konsolidasi agar tetap solid. Dan Yorrys pun meminta agar Golkar tidak terlihat reaktif.

"Kita lebih bagus responsif daripada reaktif. Artinya, proses hukum sudah ada dari biasa dia jadi saksi dan dia dicekal, prosesnya masih berjalan. Sebagai suatu jalan parpol maka perlu ada konsolidasi jadi mengantisipasi berbagai opsi-opsi apabila ada sesuatu, jangan terkesan reaktif akhirnya nanti ribut kiri kanan," jelasnya.

Lebih lanjut, Yorrys tak ingin nantinya kasus ini akan merembet lebih luas ke dalam internal partai. Terlebih, akan ada agenda Pilkada dalam waktu dekat ini yang harus dijalankan.

"Kita itu berbicara ada landasan hukum , AD/ART sudah kita wacanakan. Kalau bicara ini, ada kalender politik yang mengatakan Juni sudah ada Pilkada, nanti Agustus itu verifikasi faktual, ada tahapan penjaringan calon-calon legislatif. Apa yang harus kira lakukan kalau misal sampai terjadi ini," imbuhnya.

Tak Ada Munaslub, Partai Golkar Solid Dukung Setnov

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana