logo


Dapat Dukungan PPP-PKB dan Pemilih Agus, Suara Ahok Justru Melorot

Eep menilai bahwa kemenangan Anies-Sandi banyak dipengaruhi oleh meningkatnya pertisipasi publik di putaran kedua.

23 April 2017 06:30 WIB

Eep Saefulloh.
Eep Saefulloh. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kekalahan Ahok-Djarot dari Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta dikarenakan tersumbatnya aliran suara yang terkarantina. Dengan demikian, jumlah dukungan yang harusnya mengalir ke Ahok tak mengalir deras alias stagnan tanpa peningkatan.

Konsultan tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Eep Saefulloh menilai, padahal pasangan Ahok-Djarot mendapat limpahan 20 persen pemilih Agus-Sylvi.

"Padahal hampir 20 persen pendukung Agus-Sylviana direbut oleh Ahok-Djarot. Artinya mereka ada tambahan 20 persen, tetapi angka agregat mereka justru turun hampir 14.000," demikian ucap Eep dalam sebuah diskusi dengan tema 'Setelah Pilkada Usai' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).


Akan Tinggalkan Kursi Gubernur Jakarta, Keinginan Ahok Ini Sederhana Saja

Alih-alih mendapat tambahan suara dari pemilih Agus-Sylvi, ternyata para pemilih Ahok-Djarot di putaran pertama justru berpentalan. Sehingga kelipahan 20 persen suara milik Agus-Sylvi tak memberi dampak kemenangan. Suara Ahok-Djarot justru menyusut.

Ditambah lagi, tim pemenangan Ahok-Djarot tak bisa memanfaatkan dukungan PKB dan PPP yang memilih merapat. Sayangnya, mereka justru kesulitan menjangkau basis elektoral baru. Parahnya lagi, hasil survei menunjukan para pemilih PKB dan PPP bersikap bertolak belakang dengan keputusan partai yang mendukung Ahok-Djarot.

Meski begitu, Eep menilai bahwa kemenangan Anies-Sandi banyak dipengaruhi oleh meningkatnya pertisipasi publik di putaran kedua.

"Angka partisipasi meningkat dari 77 persen ke 78 persen, peningkatan ini terjadi tapi kok suara turun, ternyata partisipasi di kantong Basuki cenderung turun dan di kantong Anies cenderung naik," ujar Eep menyudahi.

Jagoannya Kalah Pilkada, Indah Kalalo Pilih Pindah Dari Jakarta Selamanya

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah