logo


Fatal, Tim Ahok-Djarot Gagal Jangkau Pemilih Baru

Ahok-Djarot tak memiliki strategi canggih untuk menjangkau basis para pemilih baru.

23 April 2017 05:30 WIB

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat bersama tim pemenangannya memberikan keterangan mengenai hasil hitung cepat putaran kedua di Jakarta, Rabu (19/4).
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat bersama tim pemenangannya memberikan keterangan mengenai hasil hitung cepat putaran kedua di Jakarta, Rabu (19/4). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik asal Polmark Eep Saefullah Fatah bersuara tentang kekalahan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Jumlah perolehan suara Ahok-Djarot tidak mengalami penambahan yang berarti pada putaran kedua. Timses Ahok-Dajrot dinilai EEp gagal menggalang basis pemilih baru di luar para pemilih pada putaran pertama. Jika pada putaran pertama Ahok-Djarot sukses dengan 42,98 persen, malah pada putaran kedua nilai tersebut justru merosot ke 42,05 persen.

"Suara Ahok-Djarot terkarantina. Pemilih hanya itu-itu saja tidak menjangkau basis baru," demikian ungkap Eep dalam sebuah diskusi bertajuk 'Setelah Pilkada Usai' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).


Anies Minta Pendukungnya Tidak Memusuhi Pemilih Ahok-Djarot

Artinya, Ahok-Djarot tak memiliki strategi canggih untuk menjangkau basis para pemilih baru. Sedangkan dukungan pemilih tidak bertambah atau meluas. Parahnya lagi, calon petahana harus merelakan sekitar 14 ribu suara yang terbang.

Eep menambahkan, perolehan suara Anies-Sandi mendapat gelumbungan suara dari kalangan menengah ke atas yang pada awalnya belum menentukan pilihan. Jumlah kalangan menengah ke atas itu sendiri jumlahnya cukuplah besar, yakni 28 persen.

Dari semua hasil penghitungan cepat lembaga survei menyatakan, Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta menang. Begitu pula dengan hasil hitung sementara Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta.

Saat ini hasil real qount KPU DKI Jakarta, Ahok-Djarot hanya memperoleh 42,05 persen suara sedangkan Anies-Sandi 57,98 persen suara.

Djan Faridz Ungkap Rencananya Merapat ke Kubu Anies-Sandi, Serius?

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah