logo


Buni Yani Jadi Poin yang Meringankan Tuntutan terhadap Ahok

Buni dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarakat dengan mengunggah penggalan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

20 April 2017 14:31 WIB

Buni Yani pengunggah video dugaan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.
Buni Yani pengunggah video dugaan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berlangsung hari ini, Kamis (20/4/2017), pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan.

Ketua JPU Ali Mukartono mengatakan pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung surat Almaidah ayat 51, terbukti memenuhi rumusan-rumusan unsur pidana dengan pasal alternatif kedua pasal 156 KUHP. Sehingga Ahok dianggap harus bertanggung jawab dan dijatuhi hukuman pidana.

Pada kesempatan yang sama, pihak JPU juga membacakan sejumlah poin yang dapat meringankan Ahok, yakni bersikap kooperatif, berkelakukan baik selama sidang dan juga pertimbangan adanya pihak lain, yakni Buni Yani, yang juga dianggap memicu keresahan masyarakat lantaran dirinya lah yang menyebarkan potongan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu.


Ahok Terbukti Melakukan Penodaan Agama

"Munculnya keresahan di masyarakat juga tidak lepas dari orang yang bernama Buni Yani," kata Ketua JPU, Ali Mukartono.

Sidang rencananya akan dilanjutkan pada 25 April mendatang dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa. 

Sebelumnya, Buni memang diketahui sebagai pengunggah penggalan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu. "Bapak-Ibu (pemilih Muslim)... dibohongi Surat Almaidah 51... (dan) masuk neraka (juga Bapak-Ibu) dibodohi. Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini," tulis Buni pada keterangan videonya kala itu.

Menurut Buni, dia menyertakan caption itu dengan tujuan untuk mengajak warganet berdiskusi. Namun, penyidik menilai isi caption itu justru mengandung unsur pencemaran nama baik dan provokasi terkait SARA.

Amien Rais Minta Ahok Dihukum Maksimal

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari