logo


Berikut Nama Sejumlah Orang yang Serahkan Uang Panas E-KTP ke KPK

Dari dana Rp2,3 triliun yang dikorupsi, uang yang sudah dikembalikan ke KPK baru mencapai Rp250 miliar

17 April 2017 09:34 WIB

Ilustrasi e-KTP.
Ilustrasi e-KTP. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah orang yang menerima uang panas dari pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) menyerahkan uang tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dari dana Rp2,3 triliun yang dikorupsi, uang yang sudah dikembalikan ke KPK baru mencapai Rp250 miliar. Pada tahap penyidikan, KPK menerima penyerahan uang sebesar Rp220 miliar yang diserahkan oleh korporasi dan konsorsium yang terlibat dalam pelaksanaan proyek E-KTP. Sedangkan sisanya, sebesar Rp30 miliar diserahkan oleh 14 orang yang diantaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihak yang diketahui mengembalikan uang merupakan dua terdakwa yang sekarang sedang menjalani persidangan, yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman, dan juga mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto.


Roy Suryo: Insiden Novel Baswedan Dikhawatirkan dapat Mempengaruhi Anggotanya yang Sedang Tangani Kasus Korupsi E-KTP

Soal Bazar Sembako, Tim Ahok-Djarot: Dilakukan Oknum Pakai Baju Kotak-kotak

Selain dua nama tersebut, ada 3 nama lain yang juga menyerahkan uang panas dari proyek pengadaan E-KTP. Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini yang menyerahkan uang sebesar 500.000 dolar AS. Lalu ada mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah yang menyerahkan uang sebesar 100.000 dolar AS kepada KPK karena awalnya dia tidak mengetahui bahwa uang yang diterimanya beberapa waktu lalu merupakan uang panas dari pengadaan proyek E-KTP.

Kolaborasi Ahmad Dhani dan Fadli Zon untuk Ahok Melalui Lagu "Sajak Sang Penista"

Terakhir, Direktur Utama PT Quandra Solution Anang Sugiana Sudiharjo mengembalikan uang kepada penyidik sebesar 200.000 dolar AS dan Rp1,3 miliar.

Agenda Pemberantasan Korupsi dalam Bahaya Jika Otak Penyerang Novel Baswedan Tak Terungkap

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata