logo


Viral Surat Ahok Bayar Massa untuk Hadiri Peresmian Masjid Raya, Ini Reaksi Djarot.

Djarot menilai ada sejumlah kejanggalan dalam surat yang beredar mengatasnamakan Ahok tentang peresmian Masjid Raya

16 April 2017 20:55 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat memberikan salam usai memberikan pernyataan penutup dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (10/2).
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat memberikan salam usai memberikan pernyataan penutup dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (10/2). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebuah surat edaran yang berisikan imbauan kepada warga yang datang ke acara peresmian Masjid Raya Jakarta, KH Hasyim Asy'ari ramai beredar di media sosial termasuk di beberapa aplikasi pesan sejak Sabtu (15/4/2017). Surat itu juga membubuhkan tandatangan Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta non aktif sebagai penulis surat. Dalam surat itu, disebutkan adanya imbalan bagi warga yang datang ke acara peresmian Masjid Raya.

Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif membantah kebenaran surat tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk fitnah terhadap Ahok menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

"Kan' kemarin sudah diresmiin, jadi itu fitnah. Itu fitnah itu black campaign (kampanye hitam). Tadi saya dapat kiriman seperti itu, itu fitnah black campaign yang luar biasa," kata Djarot di Jakarta, Minggu (16/4/2017).


Ramai Foto Sembako Ahok-Djarot, Lulung: Rusak Demokrasi dengan Cara Kotor

Djarot beralasan, kejanggalan surat itu sudah terlihat dari tanggal surat yaitu 15 April 2017. Menurut suami Happy Farida itu, pada 15 April Ahok belum aktif kembali. Kemudian, lanjutnya, dari segi waktu peresmian Masjid itu, peresmian Masjid Raya dilangsungkan pada Sabtu (15/4/2017).

Padahal, serah terima jabatan Ahok aktif kembali, baru berlangsung Sabtu sore.
Dan baru benar-benar menjabat sebagai gubernur pada Minggu (16/4/2017).

"Bagaimana gubernur tanda tangan tanggal 15, aktifnya tanggal 16 itu satu. Kemudian dalam surat itu tertulis diresmikan pada tanggal 16, hari ini , kemarin sudah diresmiin itu gimana sih? logikannya gimana," ujar Djarot.

Djarot meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk menelusuri oknum yang menyebarluaskan surat tersebut. Dia menganggap, surat itu untuk menggerus suaranya pada Pilkada.

"Itulah bentuk black campaign yang harusnya Bawaslu juga harus mendeteksi siapa yang menyebarkan, kan' bisa diketahui, supaya kita bisa menjaga situasi yang kondusif sekarang ini," ujar Djarot.

Tak hanya Bawaslu, ucap Djarot, pihak kepolisian juga diminta untuk menelusuri penyebar surat.

"Terus kemudian aparat kepolisian, tim cyber itu, bisa melacak siapa yang membikin itu, dan siapa yang menyebarkan terlebih dahulu," tegas Djarot.

Djarot Sebut Tugas Melayani Warga Jakarta adalah Pengalaman yang Tak Tergantikan

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas