logo


Bagi PWNU Jakarta, Memilih Pemimpin Muslim itu Wajib Hukumnya

Memilih pemimpin Muslim sudah menjadi ketetapan Mukatamar ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, November 1999.

16 April 2017 06:00 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI di kediamannya, Lebak Bulus Dalam II, Jakarta Selatan, Jumat (24/2).
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI di kediamannya, Lebak Bulus Dalam II, Jakarta Selatan, Jumat (24/2). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun mengingatkan memilih pemimpin Muslim bagi warga Nahdliyin hukumnya wajib.

"Hari ini kami ingin kembali mengingatkan kepada kaum Nahdliyyin di Jakarta bahwa memilih pemimpin Muslim hukumnya wajib," tegas Kiai Mahfudz di kantor PWNU DKI Jakarta, Sabtu (15/4/2017).

Memilih pemimpin Muslim, kata dia, sudah menjadi ketetapan Mukatamar ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, November 1999.

"Kami tidak mau neko-neko. Kami sami'na waato'na dengan keputusan dan ketetapan yang disepakati para kiai syuriyah dan Kiai-kiai sepuh seluruh Indonesia. Ini harus menjadi keputusan bagi warga NU," tegas Kiai Mahfudz.

Salah satu hal yang diusung dalam keputusan Muktamar Lirboyo adalah bahwa orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non-Islam kecuali dalam keadaan darurat.

"Apakah hari ini ada alasan darurat tentu tidak! Jadi, inilah yang harus menjadi panduan yang terbaik bagi NU dan umat. Keputusan bahtsul masail, bahwa memilih Muslim adalah wajib," tegas Kiai Mahfudz.

Anies Sambangi Ribuan Relawan Kalijodo dalam Penutupan Kampanye Terakhir

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas