logo


Djan : Pengusiran Djarot Menunjukkan Radikalisme

"Pengusiran Djarot menunjukkan radikalisme sudah merusak tata krama dan sopan santun Islam di Jakarta," kata Djan

15 April 2017 10:28 WIB

Politisi PPP, Djan Faridz.
Politisi PPP, Djan Faridz. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PPP Djan Faridz mengungkapkan bahwa pengusiran terhadap Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat setelah salat Jumat di Masjid Jami Al'Atiq, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4) sebagai bentuk radikalisme. 

"Pengusiran Djarot menunjukkan radikalisme sudah merusak tata krama dan sopan santun Islam di Jakarta," kata Djan usai menghadiri 'Jakarta Bersalawat' di GORCiracas, Jakarta Timur, Jumat (14/4).

Kabarnya, Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendapat perlakuan kurang baik dari takmir dan beberapa jemaah di Masjid Jami Al'Atiq, usai melaksanakan ibadah salat Jumat. Djarot diteriaki 'usir dan pergi' saat Djarot usai melaksanakan salat Jumat.


Agar Tak Ditolak Salat Jumat, Begini Saran Sandi

Djan mengimbau seluruh umat Nahdlatul Ulama (NU) untuk merebut kembali kepengurusan masjid dari kelompok radikal di wilayah Jakarta. 

"Saya juga meminta Plt Gubernur DKI untuk menindak pengurus masjid tersebut. Tidak boleh diam saja. Islam adalah agama rahmatan lil'alamin," ujarnya. 

Fadli Zon Sebut Isu Terorisme Bisa Membuat Calon Investor Kabur

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata