logo


Nyawa Siswi SMK Terenggut Pasca-USBN

Diduga karena ketakutan, kemudian Amel memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meneguk racun tanaman.

13 April 2017 17:11 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengungkapkan pihaknya berharap kejadian yang menimpa Amelya Nasution, siswi SMK yang meninggal akibat tekanan serta intimidasi gurunya, tidak terulang lagi.

"Semoga tak ada lagi korban selain Amelya," kata Retno di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Kisah pilu Amel dimulai ketika beberapa oknum guru memanggil dirinya lantaran status media sosial Amel yang disebut berkaitan dengan kebocoran soal-soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Oknum guru tersebut kemudian menakut-nakuti Amel dengan menyebutnya telah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman empat tahun dan denda sebesar Rp750 juta.


Nasib Tragis Anak Afrika: Dari Diculik Hingga Dijadikan Pelaku Bom Bunuh Diri

Diduga karena ketakutan, kemudian Amel memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meneguk racun tanaman. Pihak keluarga pun telah melaporkan kejadian yang menimpa Amel kepada pihak yang berwajib. 

"Menurut informasi, sejak kematian Amel, ketiga guru yang diduga melakukan intimidasi terkait status media sosial Amel dan dua temannya soal kebocoran jawaban USBN, sudah tidak nampak lagi di sekolah," kata Retno lagi.

Retno mengatakan banyak pihak yang telah mencoba berusaha mengaburkan fakta terkait kematian Amel dengan menyebut Amel bunuh diri lantaran masalah keluarga dan juga asmara.

Sebelumnya Amel sempat dirawat di RSUD Padang Sidempuan selama sembilan hari hingga pada akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi. 

Indonesia dan Swiss Akan Kembangkan Konsep Pendidikan Sistem Ganda di Sektor Vokasional

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari
 
×
×