logo


Ribuan ABK Indonesia Bekerja di Kapal Jepang, Menteri Susi : Jangan Ada Perbudakan

Ketika Menteri Susi meminta kesejahteraan ABK Indonesia, Yamashita tidak keberatan dan akan memberikan perlindungan

13 April 2017 12:22 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. JITUNEWS/Johdan A.A.P

TOKYO, JITUNEWS.COM – Pada hari kedua kunjungannya ke Jepang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri jamuan makan malam dari President Japan Tuna Fisheries Co-operative Association Jun Yamashita, di Tokyo, Selasa (11/4).

Dari pembicaraan keduanya terungkap bahwa banyak warga Indonesia yang bekerja pada kapal ikan Jepang. Yamashita mengungkapkan, ada 3.000 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal Asosiasi Pengusaha Perikanan Tuna Jepang.

"Sebanyak 3.000 ABK kami berasal dari Indonesia. Tanpa bantuan mereka, kami tidak bisa menangkap ikan tuna,” ujar Yamashita.


Susi Pudjiastuti Pelajari Budidaya Perikanan di Jepang

Sementara itu, Menteri Susi berpesan agar jangan ada perbudakan ABK di kapal-kapal perikanan Jepang, terutama ABK yang berasal dari Indonesia.

Mereka bilang tanpa bantuan ABK-ABK Indonesia, tidak bisa lagi mereka tangkap ikan tuna. Saya berterima kasih selama mereka (ABK asal Indonesia) diperlakukan dengan baik. Tapi kalau sampai saya dengar ada perbudakan, saya akan kejar sampai mana pun, dan mereka senyum-senyum (mendengar itu). Mereka sangat menghargai,”kata Menteri Susi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Kamis(13/4).

Menteri Susi meminta agar ABK asal Indonesia yang bekerja di Jepang diberi kehidupan yang layak baik dari segi gaji, akses terhadap kesehatan, dan sikap/perlakuan.

“Kalau kita sudah punya datanya, kita kan bisa pantau. Kita bisa pastikan ABK-ABK kita apakah mendapat perlakuan yang baik atau tidak, gajinya memadai atau tidak, dapat perlindungan asuransi atau tidak,” terang Menteri Susi.

Yamashita menyatakan, pihaknya tidak keberatan atas permintaan Menteri Susi terkait adanya laporan jumlah ABK secara regular sebagai upaya perlindungan terhadap ABK Indonesia yang ada di sana.

 “Kami akan pastikan para pemilik kapal memberikan perlindungan yang memadai,” tuturnya.

Menteri Susi Sebut Kerjasama Indonesia-Jepang Akan Saling Menguntungkan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari