logo


DPR Sebut Pupuk Subsidi Pun Diselewengkan

Menurut Harry, untuk mendukung daya saing industri pupuk nasional, jangan lagi komoditas atau barangnya disubsidi.

12 April 2017 23:00 WIB

Ilustrasi pupuk bersubsidi.
Ilustrasi pupuk bersubsidi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Masuknya pupuk impor dalam kuota yang cukup besar membuat produksi pupuk dalam negeri mengalami kesulitan bersaing di pasar urea non-subsidi. Dalam hal ini terjadi untuk pupuk urea yang mengalami kelonjakan drastis sebesar 555,85% dari tahun sebelumnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Purnomo, pun menyoroti akan hal ini. Menurutnya, untuk mendukung daya saing industri pupuk nasional, jangan lagi komoditas atau barangnya disubsidi.

"Para pengguna pupuk, termasuk juga petani dan industri, diberi berbagai dukungan permodalan dan kemudahan. Alhasil, daya beli akan selalu terjaga meski kemudian dari sisi harga jual pupuk, boleh jadi akan fluktuatif seiring naik turun harga gas," ujar Harry, di Jakarta, Rabu (12/4).


Pengawasan Baik, Distribusi Pupuk Bersubsidi Pasti Tak Bermasalah

Di sisi lain, lanjut Harry, harus diperhatikan betul mengenai harga pupuk ini. Selain harga jual yang harus dalam batas 'wajar', petani juga harus dibantu sektor pemasaran, permodalan, serta teknologi. Jika tidak, maka barang subsidi tersebut bisa diselewengkan.

"Terbukti, jika barangnya yang disubsidi, ada banyak kasus pupuk subsidi pun diselewengkan. Sekarang faktanya karena barang subsidi itu terjadi penyelewengan," jelas Harry.

Lebih lanjut, Harry memberikan catatan kepada pemerintah untuk membuat BUMN sektor energi bisa kompak. Hal ini diperuntukkan agar industri pupuk petrokimia bisa berkembang.

"Pemerintah harus juga membuat BUMN energi bisa kompak sehingga infrastruktur gas bisa didorong lebih cepat lagi sehingga jika pasokan lancar, diharapkan juga, harga bisa ikut ditekan. Untuk itu, infrastruktur gas, terutama di daerah yang diarahkan ke lokasi-lokasi industri harus diperbanyak," pungkas Harry.

Kejahatan di Balik Distribusi Pupuk Subsidi Jadi Tantangan Bersama

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana