logo


Ini Sejumlah Prospek Kerja Sama Indonesia-Jepang di Sektor Kelautan dan Perikanan

Susi juga menawarkan kerja sama dalam peningkatan kapasitas pengujian mutu dan keamanan produk perikanan.

12 April 2017 12:41 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantor JICA, Tokyo, Senin (10/4).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantor JICA, Tokyo, Senin (10/4). dok. kkp.go.id

TOKYO, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan investasi Jepang di Indonesia sudah ada di beberapa wilayah. Salah satunya di Sabang. Namun, saat ini perusahaan Jepang rencananya juga akan membangun aqua culture di Aceh.

Susi menegaskan investasi di sektor perikanan tidak memerlukan biaya yang besar sehingga bisa dilakukan dengan waktu yang cukup singkat. "Investasi perikanan itu kecil, tidak perlu besar, bukan big money investment. Bikin pabrik kapasitas 30 ton per hari itu paling Rp10-30 miliar saja," kata Susi dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu (12/4/2017).

Selain itu, Susi juga menawarkan kerja sama dalam peningkatan kapasitas pengujian mutu dan keamanan produk perikanan untuk mewujudkan laboratorium uji standar BKIPM (BUSKI) menjadi laboratorium referensi internasional sesuai standar OIE, termasuk pengujian marine biotoxin dan pelatihan inspektur perikanan untuk commercial sterilization of fishery processing technology.


Menteri Susi Optimis Kebijakannya Mampu Balikan Kejayaan Laut Indonesia

Untuk peningkatan tata kelola kelautan dan perikanan juga dibicarakan kerja sama di bidang perbenihan, pakan ikan, pembesaran ikan, pengolahan, manajemen pelabuhan perikanan, fish market, logistik, packaging, branding, statistik, cold chain system, dan peran koperasi.

"Kita menawarkan kepada Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Sinichi Kitaoka agar bisa masuk membangun industri perikanan Indonesia. Kita tahu Jepang selama ini merupakan pasar seafood terbesar Indonesia. Jepang butuh pasokan untuk makanan laut di negaranya. Nah, kita akan coba untuk suplai itu," tambahnya.

Kunjungan kerja Susi di Jepang rencananya akan berlangsung selama lima hari, yakni tanggal 10-15 April 2017. Dalam kunjungan tersebut, Susi rencananya juga akan bertemu Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, serta Menteri Pertahanan Jepang, berikut beberapa pejabat pemerintah Jepang lainnya.

Susi juga akan bertemu para penjaga pantai, pengusaha, diaspora Indonesia di Jepang serta mengunjungi perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan dan pada ikan di Jepang dalam rangka mempelajari pengelolaan dan cold chain system juga riset budidaya perikanan, galangan kapal, radio komunikasi, koperasi perikanan, pelelangan dan pasar ikan tuna serta pusat pengelolaan data dan informasi Jepang.

Susi Pudjiastuti Pelajari Budidaya Perikanan di Jepang

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari