logo


Penyerang Novel Baswedan Itu Ciri-cirinya…

Dikatakan Argo, kedua pelaku diketahui menggunakan sepeda motor dengan berboncengan saat menyerang Novel.

12 April 2017 05:45 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, pihaknya masih memburu dua pelaku yang menyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, dengan air keras.

Dikatakan Argo, kedua pelaku diketahui menggunakan sepeda motor dengan berboncengan saat menyerang Novel.

"Iya (ciri-cirinya menggunakan) jaket hitam, celana panjang, dan menggunakan helm. Pakaiannya tertutup," tukas Argo di Jakarta, Selasa (11/4).


Pengecut dan Biadab Kata Demokrat Soal Air Keras untuk Novel

Argo mengatakan, kedua pelaku menggunakan pakaian yang sama. Mereka berbagi tugas, yang satu memegang kendali motor dan yang satu bertugas menyerang Novel. Keduanya langsung kabur seusai serangan itu.

Meski begitu, Argo mengatakan masih belum dapat menyimpulkan bahwa kedua pelaku adalah profesional.

"Kami belum bisa analisa soalnya masih olah TKP dan memeriksa keterangan saksi," beber Argo.

Sebelumnya, seorang warga, Eko Julianto, sempat melihat dua orang yang duduk di bangku keramik yang terletak beberapa puluh meter dari masjid. Satu orang bertubuh kurus dan satu lagi berbadan agak besar.

"Yang kurus berdiri dan yang besar duduk di dekat motor Nmax hitam kayaknya," kata Eko.

Menurut identifikasi Eko, pria kurus berambut agak ikal mengenakan jaket kulit hitam. Sedang yang besar, mengenakan jaket jeans belel dan buff bermotif tentara Amerika.

"Tapi saya tidak mau menyimpulkan dia pelaku, itu urusan polisi," beber Eko.

Seperti diwartakan sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengalami insiden tak beradab pada Selasa (11/4) subuh kemarin. Ia disirami air keras oleh orang tak dikenal. Kejadian itu menimpanya setelah dirinya menunaikan Shalat subuh di Masjid yang tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Insiden itu mendapat kecaman dari berbagai pihak mengingat kinerja Novel yang terbilang dapat dipercaya selama menjadi penyidik KPK. Berbagai kasus korupsi skala besar ditanganinya sejak menjadi penyidik KPK.

Saat ini, Novel pun tengah dalam misi pengusutan kasus dugaan korupsi KTP Elektronik (E-KTP). Dalam kasus itu, negara ditaksir merugi hingga Rp 2 triliun lebih. Dalam penyidikannya, Novel membuka borok para 'maling duit' e-KTP. Novel lah orang yang mencokok Andi Narogong, makelar sekaligus pengusaha yang diketahui memiliki peran besar dalam kasus itu.

 

Begini Tanggapan Johan Budi Soal Kasus Teror Novel Baswedan

Halaman: 
Penulis : Riana