logo


Reforma Agraria untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Bawah, bukan Sekadar Bagi-Bagi Tanah

Presiden Joko Widodo mengumpulkan jajarannya untuk membahas tentang penataan program tersebut, agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran

11 April 2017 19:09 WIB

Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo. Biro Pers Istana Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Reforma agraria dan redistribusi aset berupa pemberian lahan kepada masyarakat sebagai salah satu skema kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan akan semakin dimatangkan. Presiden Joko Widodo mengumpulkan jajarannya untuk secara khusus membahas tentang penataan program tersebut, agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran, Selasa (11/4).

"Saya ingin dalam ratas ini langsung saja pada cara, implementasi, pelaksanaan pembagian di redistribusi aset maupun reforma agraria," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta.

Dengan adanya kejelasan dalam pelaksanaan pembagian lahan tentunya akan mempercepat lahan tersebut menjadi produktif. Presiden juga mengingatkan bahwa redistribusi aset ini harus diikuti dengan program-program pendampingan dan penguatan ekonomi seperti peningkatan akses permodalan untuk usaha.


Junimart Girsang: Pak Jokowi jangan Lakukam Kunker Ke Mall Terus

Untuk diketahui, selain reforma agraria dan redistribusi aset, pemerintah juga mengupayakan pemerataan ekonomi melalui sejumlah program. Yakni peningkatan akses permodalan, dan penguatan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Dalam penataan program reforma agraria ini, Presiden menginstruksikan agar 9 juta hektare lahan yang nantinya akan diberikan dan dikelola oleh masyarakat untuk dapat didata dan dipastikan kejelasannya.

"Saya hanya ingin agar ini tepat sasaran dan mampu menyentuh 40% masyarakat kita yang masih berada di lapisan ekonomi terbawah," ucap Presiden.

Selain itu, Jokowi meminta jajarannya untuk tidak semata-mata melihat program tersebut hanya dari sisi pembagian tanah kepada masyarakat. Sebab, setelah aset yang berupa tanah tersebut dibagikan, program peningkatan produktivitas dan kesejahteraan bagi warga kurang mampu juga harus mengikuti.

“Saya tidak mau ini dilihat sebagai program bagi-bagi lahan atau bagi berkat. Tidak. Ini adalah program terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan ekonomi masyarakat bawah,” ujarnya lebih lanjut.

“Sekali lagi, redistribusi aset dan reforma agraria kita ingin mewujudkan sebuah keadilan dalam penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah wilayah dan sumber daya alam kita,” kata Presiden menutup sambutannya.

Air Keras untuk Novel, ICW: Presiden dan Kapolri Harusnya Beri Rasa Aman

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata