logo


STT SETIA Ternyata Terbitkan Ijazah Palsu, MM dan ES Diminta untuk Ditahan

Tak hanya seorang, ada pula korban lainnya yang sudah diterima jadi PNS dicabut jabatannya karena ijazah tersebut dinyatakan ilegal.

11 April 2017 15:55 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dunia pendidikan tanah air kembali tercoreng akibat adanya praktek penipuan penyelenggaraan pendidikan dan pemberian ijazah tanpa hak. Adalah MM dan ES, dua tersangka kasus tersebut yang merupakan pimpinan di Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT SETIA).

Sabar Ompo Singgu selaku kuasa hukum dari Willem Franz Ansanay meminta Polda Metro Jaya untuk melakukan penahanan terhadap keduanya. Terlebih klien dari Sabar Ompo telah menjadi korban, lantaran mengetahui ijazah yang dimiliki tidak terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Tak hanya seorang, ada pula korban lainnya yang sudah diterima jadi PNS dicabut jabatannya karena ijazah tersebut dinyatakan ilegal.


Ungkap Kejanggalan Kasus Raibnya Saldo Rp 22 M, Hotman Paris: Kenapa Anda Biarkan Kartu ATM Dipegang Orang Lain?

"Kami sangat kecewa terhadap pihak kepolisian karena tidak menahan tersangka. Laporan kami sendiri sudah dua tahun tidak ditanggapi," kata dia saat dihubungi, Sabtu (10/4).

Sabar melanjutkan, pihaknya bersama tim kuasa hukum sudah menemui penyidik Unit II Subdit Keamanan Negara Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (8/4) kemarin. Tim kuasa hukum tidak mendapat jawaban yang tepat atas tidak ditahannya dua tersangka tersebut.

Padahal, kata dia, dalam Pasal 67 ayat (1) dan Pasal 71 UU No. 20 Tahun 2003 memiliki ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.

Selain itu, dua tersangka juga berupaya mempengaruhi korban yang disinyalir puluhan orang untuk tidak memperkarakan hal ini.

"Seperti adanya tindakan dari tersangka mempengaruhi saksi, salah satunya yakni Paulus Mooy. Yang karena pengaruhnya sempat terpengaruh untuk membuat pencabutan surat kuasa kepada Willem Frans Ansanay," kata dia.

Dia juga menambahkan, jika tersangka mempengaruhi kliennya, kemungkinan besar ada potensi menghilangkan barang bukti. Oleh karena itu, pihaknya meminta keadilan dan kepastian hukum.

Kasus Berlanjut, Laporan Jual Beli Palsu yang Diduga Melibatkan Oknum Kader Perindo Dilimpahkan ke Polres Bekasi

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah