logo


Pasca Insiden Novel, Komisi III: Ini Bentuk Teror, Harus Dilawan!

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo sudah mengetahui soal insiden penyerangan yang menimpa penyidik senior di KPK tersebut.

11 April 2017 09:53 WIB

Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo Jitunews/Bayu Erlangga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengalami kejadian yang tak disangka.

Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal saat hendak berjalan pulang dari masjid usai menjalankan ibadah Shalat Subuh. Saat ini, ia tengah dirawat secara intensif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, sudah mengetahui insiden penyerangan yang menimpa penyidik senior KPK tersebut. Bamsoet (panggilan akrabnya) mengaku sangat terkejut.


Fahri Hamzah: "Pak Jokowi Merasa KPK Adalah Gangguan..."

"Saya sungguh terkejut mendengar kabar terjadinya penyerangan fisik terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, usai Shalat Subuh di dekat masjid di kawasan Kelapa Gading tadi pagi," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/4).

Bamsoet mengklaim bahwa insiden ini merupakan bentuk teror kepada lembaga penegak hukum. Ia pun meminta polisi untuk bergerak cepat guna mengungkap kasus ini dan mencari tahu motif insiden penyerangan orang tak dikenal tersebut.

"Saya mengutuk tindakan barbar dan meminta pelakunya dihukum berat. Ini jelas bentuk teror dan intimidasi kepada penegak hukum yang harus dilawan bersama oleh semua komponen masyarakat," terangnya.

Seperti diketahui, Novel saat ini tengah menangani banyak kasus besar yang melibatkan banyak orang besar di dalamnya. Meski begitu, Bamsoet ingin agar Polri tidak ragu.

Direktur KPK Sebut Partai Politik Sebagai 'Embahnya' Korupsi di Indonesia

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Syukron Fadillah