logo


Penyanderaan di Angkot: 'Bang Kalau Mau Tusuk, Tusuk Saya Saja Jangan Anak Saya'

Risma pun saat itu mengaku pasrah bila kejadian buruk menimpanya. Yang ada dibenaknya adalah bagaimana agar anaknya bisa selamat dari kejadian tersebut.

11 April 2017 07:30 WIB

Penyanderaan di Angkot
Penyanderaan di Angkot Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Risma Oktaviani (25), korban penyanderaan di dalam angkot T.25 jurusan Pulogebang-Rawamangun menceritakan detik-detik peristiwa yang terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai Jakarta Timur. Saat ditodong dengan pisau yang ditempelkan di lehernya, Risma sempat memohon kepada pelaku untuk tidak melukai anaknya yang tengah digendongnya.

"Waktu anak saya mau diambil oleh polisi, kata pelaku nggak, kita mati bersama. Lalu saya bilang, 'Bang, kalau mau tusuk, tusuk saya saja, jangan tusuk anak saya.' Dia bilang, 'Nggak, kita mati semua,'" kata Risma di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Senin (11/4).

Risma pun saat itu mengaku pasrah bila kejadian buruk menimpanya. Yang ada di benaknya adalah bagaimana agar anaknya bisa selamat dari kejadian tersebut.


Kejadian Unik Saat Drama Penyanderaan di Pondok Indah, dari Pelaku yang Menangis Hingga Kelaparan

"Kalau memang umur saya sampai di sini, ya ridho, saya pasrah. Nggak berbuat apa-apa, saya pasrah saja," imbuh Risma.

Lulung: Bapak Ibu Jangan Mau Dibohongi Pakai KJP

Seperti diberitakan sebelumnya, drama penyanderaan di Angkot KWK-T.25 (Rawamangun-Pulogebang) yang dilakukan oleh Hermawan (28) terhadap korban bernama Risma Oktaviani (25) berakhir setelah polisi menembakkan timah panas ke arah lengan pelaku.

Awal mula terjadinya penyanderaan tersebut ketika pelaku menaiki Angkot KWK-T.25 yang melintas di depan kantor Perumnas III, Jakarta Timur. Saat melewati Jalan I Gusti Ngurah Rai, pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan menodongkan ke para penumpang.

Pelaku yang mengenakan Jaket berwarna biru tersebut meminta para penumpang untuk menyerahkan barang-barang berharga seperti HP, uang maupun perhiasan.

Usai Bertemu Ahok, KH Said Aqil: PBNU Tidak Bisa Dukung Mendukung

Seorang penumpang lain yang bernama Isnawati kemudian berteriak meminta tolong. Beruntung di sana ada anggota Satlantas Jakarta Timur, Aiptu Sunaryanto yang mendengar teriakan minta tolong tersebut.

Novel Baswedan Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal

Sejurus kemudian, Aiptu Sunaryanto menghampiri angkot tersebut dan mendapati Hermawan tengah melakukan penodongan. Warga dan pengendara yang melintas lantas mengerumuni angkot tersebut.

Ada Motif Utang-Piutang dalam Penyanderaan Kemarin? Begini Tanggapan Polisi

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan