logo


Di Sekolah ada Ajaran Radikal, Pemerintah Harus Masukkan Pendidikan Karakter Bangsa

Kepala BNPT usulkan Kemendikbud memasukkan pendidikan karakter bangsa

10 April 2017 18:07 WIB

Kepala BNPT Suhardi Alius
Kepala BNPT Suhardi Alius Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen pol Suhardi Alius mengusulkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memasukkan kembali pendidikan karakter bangsa ke kurikulum untuk sekolah dasar hingga sekolah menengah ke atas. 

Beliau mengusulkan karena untuk menyikapi adanya pengajaran berbau radikal di beberapa sekolah di daerah Jawa Tengah. 

"Mungkin sifatnya bukan doktrin tapi bagaimana membangun empati anak-anak untuk mengerti bangsanya, kemajemukan, dan sebagainya. Itu yang saya sarankan ke depan," ucap Suhardi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/4).


Mendikbud Imbau Para Guru Cegah Permainan Skip Challenge di Kalangan Siswa

Suhardi mengatakan bahwa munculnya pengajaran-pengajaran yang berbau radikal seprti ini karena kurikulum tentang karakter bangsa hampir tidak pernah masuk ke mata pelajaran sekolah. Begitu pula dengan perekrutan guru, menurutnya harus lebih ketat dalam melakukan perekrutan.

"Kita lihat bukan cuma itu, kita juga lihat di Depok sana ada pendidikan PAUD saja sudah mulai seperti itu. Kita harus lebih waspada," ujarnya.  

Kemendikbud Luncurkan Buku Indeks Aktivitas Literasi Membaca

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata