logo


Menteri Susi Optimis Kebijakannya Mampu Balikan Kejayaan Laut Indonesia

Menteri Susi menyadari ada oknum-oknum yang bermain dan menentang kebijakan KKP.

10 April 2017 13:27 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui bahwa kebijakan yang dikeluarkan tidak semuanya berjalan mulus. Pasalnya ada pro dan kontra sering terjadi menyikapi kebijakannya.

Namun ia optimis bahwa kebijakan yang dikeluarkannya akan mampu mengembalikan kejayaan wilayah laut Indonesia.

"Kendati ada yang pro dan kontra dengan kebijakan yang kita jalankan, kita tetap optimis bahwa setiap kebijakan pemerintah hanya untuk mengembalikan kejayaan wilayah laut Indonesia," demikian kata Susi, Senin(10/4).


KKP: Keberhasilan Budidaya Cacing Sutera Dorong Produksi Benih Ikan Nasional

Lebih lanjut, Susi mengatakan, salah satu yang cukup mendapat pertentangan adalah soal penggunaan alat tangkap cantrang. Pasalnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga laut dan biota yang ada di dalamnya.

"Nelayan di Jawa kan susah karena over fishing, maka kita tegaskan agar Cantrang berhenti agar laut di jawa bisa pulih kembali seperti Indonesia Timur. Saya berani menolak kerja sama dengan mendatangkan kapal Super Purseine dari Tiongkok 1000 kapal, rata-rata 800-1000 GT, jaringnya sama dengan Viking yang panjangnya 9.900 km. Apa untung super purseine? Hanya habiskan SDA kita. Kita mau perikanan tumbuh berkelanjutan," jelasnya.

Menteri Susi menyadari ada oknum-oknum yang bermain dan menentang kebijakan KKP. Kebijakan KKP banyak tersendat, karena ada penyelewengan yang sudah menjadi budaya.

"Saya tahu masih ada oknum KKP dan petugas yang masih mau main-main. Dalam birokrasi, hal-hal seperti itu sekarang harus dihilangkan. Semestinya fight bersama," tukasnya.

KKP Resmikan Kawasan Hatchery Ikan Laut Modern di BPBL Ambon

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah