logo


Hari Ini Sidang Kasus e-KTP Hadirkan 8 Saksi

Pengadilan Tipikor DKI Jakarta hari ini, Senin (10/4), melanjutkan persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

10 April 2017 09:08 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengadilan Tipikor DKI Jakarta hari ini, Senin (10/4), melanjutkan persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Humas Pengadilan Tipikor, Yohannes Priana mengatakan bahwa dalam agenda sidang hari ini bakal menghadirkan 8 saksi untuk dimintai keterangan. 8 saksi yang akan dimintai keterangan tersebut adalah:

1. Sambas Maulana (Pejabat Kementerian Keuangan)
2. Wirawan Tanzil (Presiden Direktur PT Avidisc Crestec Interindo)
3. Meidy Layooari (Asisten Chief Engineer BPPT)
4. Setiya Budi Arijanta (Direktur di LKPP)
5. F.X. Garmaya Sabarling (PNS Dirjen Dukcapil Kemendagri)
6. Berman Jandry S Hutasoit (Manager di PT Hewlett Packard Indonesia)
7. Dedi Prijono (Wiraswasta)
8. Kristian Ibrahim Moekmin (PNS di Kementrian Luar Negeri)


Setya Novanto dan Omongan "Beh, kalau soal e-KTP aman, Beh"

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang bersaksi dalam sidang tersebut mengaku mendapat arahan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung proyek e-KTP. Kala itu SBY masih menjabat sebagai Presiden RI dan Anas menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Anas menyebut SBY memintanya untuk mendukung proyek-proyek yang digagas pemerintahan SBY termasuk dalam proyek e-KTP.

"Memang ada arahan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, presiden, setiap kebijakan pemerintah harus didukung Fraksi Demokrat dan partai koalisi," ujar Anas saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4).

Menurut Anas, proyek e-KTP yang dijalankan oleh pemerintahan SBY merupakan kebijakan untuk memperbaiki sistem administrasi kependudukan. Untuk itu, kata Anas, proyek e-KTP mendapat sorotan dari Presiden SBY.

Anas Urbaningrum Seret Nama SBY dalam Kasus e-KTP

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan