logo


Kasus Pupuk Purwakarta adalah Modus Baru

Sebelumnya, penyelewengan pupuk bersubsidi lebih banyak dilakukan oleh kios-kios atau pengecer dengan menjual pupuk bersubsidi ke perusahaan swasta atau menjual pupuk ke luar negeri.

8 April 2017 09:00 WIB

Ilustrasi pupuk bersubsidi.
Ilustrasi pupuk bersubsidi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di Purwakarta, Jawa Barat pada Maret 2017 merupakan modus baru kejahatan penyelewengan pupuk bersubsidi. Kepala Corporate Communication PT. Pupuk Indonesia Persero Wijaya Laksana mengatakan masalah yang kerap ditemukan sebelumnya lebih berkaitan dengan penjualan pupuk bersubsidi ke perusahaan perkebunan. Namun, kini hal itu terjadi di gudang-gudang dengan cara pengurangan timbangan yang disiapkan distibutor.

"Yang di Purwakarta itu modus baru. Pelaku melubangi karung pupuk bersubsidi dengan pipa paralon untuk mengurangi timbangan. Petani yang beli seharusnya dapat 50 Kg, tetapi karena itu akhirnya dapatnya gak sampe segitu. Petani dirugikan," kata Wijaya, Jumat (7/4/2017), saat ditemui Jitunews.com di Kantornya di Jl. Taman Anggrek, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Berbeda dengan modus kejahatan pada kasus sebelumnya, kata Wijaya, penyelewengan pupuk bersubsidi lebih banyak dilakukan oleh kios-kios atau pengecer dengan menjual pupuk bersubsidi ke perusahaan swasta atau menjual pupuk ke luar negeri.


Parah, Begini Modus Penyelewengan Pupuk Urea Subsidi di Riau

Saat ini, untuk mencegah terjadinya berbagai tindakan kejahatan penyelewengan pupuk bersubsidi, pemerintah dan PT. Pupuk Indonesia telah menerapkan sistem RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan KelompokTani) untuk memastikan kelompok sasaran penerima pupuk. Pengawasnnya pun, kata dia, kian ketat karena melibatkan berbagai pihak, antara lain kepolisian dan TNI.

"Polanya kita mulai dengan pola RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan KelompokTani). Sejak diberlakukan pola ini, penyelewengan semakin berkurang, sebab ada kepastian sasaran pendistribusian, pengawasan juga lebih mudah. Bahkan kita menggaet tentara dan polisi. Pemerintah juga mengawasinya dengan mudah," ucap Wijaya.

Sebagaimana diketahui, pada Maret 2017, aparat kepolisian menggerebek dua gudang penyimpanan pupuk bersubsidi milik PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kujang Cikampek. Gudang yang digerebek merupakan gudang lini III yang berlokasi di kawasan industri Sumber Karya Internasional, Jalan Raya Citapen, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 6 orang pelaku kejahatan pupuk bersubsidi. Enam orang itu diketahui melubangi karus kemasan pupuk bersubsidi dengan pipa paralon.

Berapa Harga Pupuk Bersubsidi di Tahun 2017?

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas