logo


Pengawasan Baik, Distribusi Pupuk Bersubsidi Pasti Tak Bermasalah

Rahmad menekankan bahwa disparitas harga pupuk yang muncul akibat dari subsidi jelas akan melahirkan kemungkinan-kemungkinan adanya pihak nakal.

7 April 2017 11:32 WIB

Ilustrasi pupuk bersubsidi.
Ilustrasi pupuk bersubsidi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pendistribusian pupuk bersubsidi yang masih saja bermasalah sesungguhnya bukanlah suatu hal yang baru. Kabarnya jumlah penerima subsidi pupuk tak seimbang dengan alokasi yang telah disediakan.

"Jadi masalah pupuk ini kan masalah klasik dari tahun ke tahun kan sama. Jadi jumlah yang penerima subsidi pupuk dengan alokasi yang tersedia kadang-kadang faktanya tidak berimbang. Karena itu, maka terkadang terjadi kelangkaan pupuk. Belum juga terkait dengan morat hasrat pupuk bersubsidi 'dialihkan'," ucap Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo kepada Jitunews.com saat ditemui di Ruang Rapat Komisi IV di Gedung DPR MPR.

"Ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen ini (pupuk subsidi). Dialihkan kepada perkebunan atau ke sektor lain yang tidak disubsidi," ungkap politisi PDIP itu melanjutkan.


Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Rahmad menekankan bahwa disparitas harga pupuk yang muncul akibat dari subsidi jelas akan melahirkan kemungkinan-kemungkinan adanya pihak nakal yang memanfaatkan momentum tersebut. Untuk itu, tugas yang harus diselesaikan secara benar adalah penyesuaian data milik kelompok tani dengan volume pupuk yang diberikan pemerintah.

"Kendala utama selama masih ada subsidi, maka disparitas harga pupuk selalu memunculkan kemungkinan-kemungkinan oknum untuk memanfaatkan momentum ini. Nah, sekarang tugasnya adalah bagaimana apa yang sudah diberikan data milik kelompok tani itu sesuai dengan apa yang sudah diberikan oleh pemerintah. Itu saja sederhana," demikian sahut Rahmad.

"Tinggal fungsi pengawasan saja saat ini. Fungsi pengawasannya bagus, saya kira potensi-potensi oknum yang 'memanfaatkan' hal ini bisa diminimalkan," kembali Rahmad menegaskan.

Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah