logo


Profil Andi Narogong, Sang Pengijon Skandal e-KTP yang Hanya Tamatan SMP

Tak disangka Andi Narogong yang hanya berijazah SMP bisa menjadi salah satu aktor utama skandal korupsi berjamaah mega proyek e-KTP.

7 April 2017 08:38 WIB

Andi Narogong
Andi Narogong Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Jumat keramat sebagai tradisi penahanan tersangka oleh KPK -- akhirnya dialami pengusaha Andi Narogong terhitung sejak Jumat, 24 Maret 2017. Penahanan ini dilakukan sehari setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

Andi masuk Rumah Tahanan C1 cabang Guntur pada Jumat, 24 Maret 2017, sekitar pukul 13.30 Andi digelandang masuk rumah tahanan KPK tanpa memberi komentar sedikit pun kepada awak media yang mengerubunginya.

Pengusaha ini dijelaskan oleh jaksa -- sangat berperan besar dalam proyek pengadaan e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun dari nilai total proyek Rp 5,9 triliun.
Andi berperan aktif dalam penganggaran dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa proyek e-KTP yang ”disupervisi” oleh mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Sedangkan Andi memainkan peran sebagai pengijon yang mengeluarkan uang di muka yang disebar sebagai uang pelicin ke banyak anggota DPR untuk meloloskan mega proyek e-KTP agar dimenangkan oleh konsorsium Percetakan Negara RI.


Soal Suap Proyek e-KTP, Ahok: Enggak Ada yang Berani Kasih ke Gue

Minim pendidikan

Nama Andi Narogong bukanlah sosok pengusaha terkenal. Bernama asli Andi Agustinus yang punya nama panggilan ”Andi Narogong” karena memiliki usaha konveksi di Jalan Narogong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Riwayat usaha Andi sering mendapatkan proyek pengadaan barang di sejumlah lembaga negara, karena berteman dekat dengan Setya Novanto. Andi pernah kebagian jatah proyek pembuatan seragam dan pengadaan sepeda motor Kawasaki 150 L untuk polisi masing-masing Rp 8 miliar dan Rp 40 miliar. Juga pernah mendapat proyek pengadaan baju hansip di Kementerian Dalam Negeri senilai Rp 400 miliar pada tahun anggaran 2009.

Prihal proyek pengadaan e-KTP, posisi Setya Novanto sebagai pejabat yang mengawal anggaran di DPR, sedangkan Andi yang mengeksekusi proyeknya. Andi lah yang merancang desain proyek e-KTP sejak pertengahan 2010, setahun sebelum tender resmi diumumkan Kementerian Dalam Negeri.

Kelihaian Andi mengendalikan proyek senilai Rp 5,9 itu cukup dari kantornya di sebuah ruko saja di Blok 33-35, Pertokoan Graha Mas, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Saat itu mobil Hummer hitam miliknya kerap terparkir di depan kantor, dengan pelat bernomor unik B-1-KTP.

Rumah tinggal Andi di Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia memang mitra bisnis langganan Ketua DPR RI saat ini, Setya Novanto yang mengaku mengenal Andi Nagorong karena urusan bisnis baju saat Setya menjabat sebagai Bendahara Partai Golkar. ”Sempat ada urusan jual-beli kaus saat Golkar mau ada acara,” aku Setya.

Ada yang mengejutkan dari riwayat pendidikan Andi Narogong. Rupanya pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 24 Agustus 1973 ini hanya meraih ijazah pendidikan hingga SMP di Mardi Yuana, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Andi sempat melanjutkan pendidikannya ke SMA Analis Kimia, Bogor, namun tidak tamat.

Sejak kecil Andi membantu orang tuanya berjualan alat-alat listrik di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dari situ lah bakatnya diasah menjadi pengusaha. Namun nafsu bisnisnya yang begitu besar menghantarkannya menjadi penghuni sel tahanan, hingga ia menjadi terkenal sebagai pengijon uang panas.

Setya Novanto dan Omongan "Beh, kalau soal e-KTP aman, Beh"

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi
 
×
×