logo


Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Harus Bisa Contoh Aplikasi Flight Finder

Henky menyarankan agar kualitas penyuguhan data terkait pupuk bersubsidi harus kian baik. Ia pun menganggap bahwa data yang benar akan berpengaruh pada pencapaian hasil.

5 April 2017 16:39 WIB

Buruh mengatur pupuk urea bersubsidi yang akan dibawa ke gudang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/2).
Buruh mengatur pupuk urea bersubsidi yang akan dibawa ke gudang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/2). Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harus ada sistem deteksi yang digunakan demi kelancaran pasokan pupuk bersubsidi hingga betul-betul bisa dinikmati oleh petani yang berhak. Nantinya sistem deteksi itulah yang akan mengetahui keberadaan pupuk bersubsidi, apakah sampai atau tidak? Seandainya belum sampai, maka dapat diketahui pula keberadaan pupuk tersebut.

"Pupuk telat datang saat masa tanam sebetulnya itu persoalan gampang. Bikin saja system detector. Gampang kok itu," demikian ucap Henky Kurniadi kepada Jitunews.com.

"Apakah pemerintah tak punya perangkat sampai ke desa-desa? Kenapa itu tak saling konektif. Seharusnya jika ada pengawasnya sampai ke titik penyaluran hingga ke petani kan konektivitas bisa terjalin," ucap anggota Komisi IV asal Fraski PDIP itu menambahkan.


Diplomasi Kopi Presiden Jokowi

Pemerintah sendiri, dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan), telah menggandeng TNI melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk ikut aktif mengawasi proses pendistribusian pupuk bersubsidi yang tahun ini dianggarkan hingga Rp 1 triliun. Hanya saja, Henky berpendapat bahwa persoalan pengawasan tidak serta merta atau pun bukan pada status TNI telah terlibat, melainkan efektivitas kerja harus terjalin di setiap lini.

"Bukan pada TNI nya, efektivitas kerja bukan di situ. Tambah lagi, jaga tak bisa hanya sekedar cetak lahan saja, tp bagaimana memberdayakannya lebih baik," ungkap Henky.

Henky menyarankan agar kualitas penyuguhan data terkait pupuk bersubsidi harus kian baik. Ia pun menganggap bahwa data yang benar akan berpengaruh pada pencapaian hasil.

"Kembali semua ke akar masalahnya, yakni data. Data harus benar, sistem pendataan harus diperbaiki," katanya.

Terkait system detector, Henky mencontohkan bahwa saat ini telah lahir aplikasi untuk mengetahui status sebuah penerbangan maskapai. Sehingga dapat diketahui, pesawat dengan nomor penerbangan tertentu bisa diketahui secara real time, apakah sudah take off, sedang terbang melintasi daerah tertentu atau bahkan sudang mendarat. Ia pun berharap aplikasi sedemikian bisa diadopsi guna mengetahui keberadaan pupuk sudah sejauh hingga benar-benar ke petani.

"Hari ini zamannya itu sudah real time. Sekarang itu sudah ada flight finder, ketawan itu pesawat nomor sekian, ketawan sudah terbang atau belum atau sudah turun. Zamannya real time tapi malah ingin kembali ke zaman bahela, mati kita. Padahal program macam tersebut murah, dibagikan ke publik gratis lagi," ucap Henky.

Ia menghendaki ada suatu masa yang mana praktek mafia pupuk atau kejadian telat pupuk subsidi tiba di tengah-tengah petani bisa dihentikan.

"Ya tak bisa dong begitu terus (permainan dalam distribusi pupuk), makanya harus ada momentum untuk menjebol, istilahnya breakthrough," kata Henky mengakhiri.

Harga Meroket, Pemerintah Didesak Stabilkan Harga Bawang Putih

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
×
×