logo


Tak Benar Jika Dibilang Pupuk Subsidi Tak Sampai ke Petani

Fadholi juga menghendaki, pupuk bersubsidi harusnya ada cadangan stok di tingkat pengecer.

5 April 2017 13:23 WIB

Ilustrasi pupuk bersubsidi.
Ilustrasi pupuk bersubsidi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Masalah klasik terkait penyebaran pupuk bersubsidi hingga ke ranah petani rupanya terus membudaya. Meski begitu, politisi Partai NasDem, M Fadholi bersikeras menganggap bahwa petani tetap mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Saya kira tidak benar jika pupuk tidak sampai ke petani. Meskipun di beberapa daerah terjadi hal tersebut," demikian ucapnya kepada Jitunews.com, Selasa (4/4) di gedung DPR RI.

Bagi Fadholi, kendala utama dari keterlambatan datangnya pupuk adalah masalah mudah, yakni koordinasi. Distributor harus membenahi kinerjanya agar pupuk bisa ada di pengecer saat mendekati masa tanam.


Pupuk Subsidi Rawan Diselundupkan

"Ini terkadang petani ingin beli tetapi pupuk masih di gudang distributor," lanjut Fadholi mengatakan.

Fadholi juga menghendaki, pupuk bersubsidi harusnya ada cadangan stok di tingkat pengecer.

"Mengingat kadang petani kerap gagal tanam. Tapi begitu ingin membeli pupuk kembali, pupuk sudah tak ada," ucap Faholi menambahkan.

Fadholi menegaskan dinas terkait harus berani bersikap keras atau pun mengawasi secara ketat kepada distributor kemitraan yang 'nakal' mendistribusikan pupuk bersubsidi. Terlebih masalah kelangkaan pupuk bersubsidi kerap terjadi di alur distributor ke pengecer.

Ono Surono Apresiasi Program Subsidi Pupuk untuk Petani

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Syukron Fadillah
 
×
×