logo


Daniel Johan: Subsidi Pupuk Seharusnya Diberikan ke petani Melalui Jaminan Harga

Terkait besarnya subsidi pupuk yang besar dan tidak tepat sasaran, kata Daniel, pemerintah harus melakukan perencanaan distribusi dan kontrol yang ketat.

4 April 2017 14:17 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan
Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengatakan, alokasi anggaran sebesar Rp 31,33 triliun untuk program subsidi pupuk bagi petani yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) seharusnya diberikan langsung kepada petani melalui jaminan harga.

"Subsidi hrusnya diberikan langsung ke petani melalui jaminan harga," ujar Daniel kepada Jitunews.com, Selasa (4/4).

Terkait besarnya subsidi pupuk yang besar dan tidak tepat sasaran, kata Daniel, pemerintah harus melakukan perencanaan distribusi dan kontrol yang ketat.


DPR Masih Terima Keluhan Keterlambatan Penyaluran Pupuk

"Pengawasan terhadap pelaksanaan subsidi ke tingkat petani yang lemah, banyak pupuk subsidi malah dijual ke perkebunan-perkebunan besar," tutur Daniel.

Sebagai catatan, Daniel menyampaikan bahwa dirinya kerap 'diteriaki' para konsituennya di daerah pemilihan yang menyatakan tentang kelangkaan pupuk.

"Faktanya seperti itu, setiap reses turun ke desa-desa dapil, semua petani teriak pupuk kosong saat petani mau tanam di musim tanam. Pupuknya gak ada dan kosong," tutupnya.

Sebelumnya, diketahui Pada 2017, Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 31,33 triliun untuk program subsidi pupuk bagi petani.

Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian, Muhrizal Sarwani, mengatakan, alokasi tersebut dianggarkan untuk 8,55 juta ton pupuk dengan tambahan satu juta ton sebagai cadangan.

Siapa Penikmat Subsidi Pupuk?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana