logo


Seluruh Barang Bukti Milik JPU dan Penasehat Hukum Ditunjukkan di Sidang Ahok Hari Ini

Agenda kedua berupa pemeriksaan terdakwa, baru akan dilakukan bila masih ada sisa waktu usai seluruh barang bukti ditunjukkan di persidangan.

4 April 2017 10:07 WIB

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/1).
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/1). ANTARA FOTO/Pool/Muhammad Adimaja

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar.

Rencananya, agenda sidang ke-17 hari ini akan memeriksa barang bukti milik Jaksa Penuntut Umum (JPU) lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan barang bukti milik penasehat hukum terdakwa.

"Sekarang kita akan periksa bukti surat atau rekaman dari JPU, baru ke penasehat hukum," ungkap Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi, di dalam persidangan, Selasa (4/4/2017).


Begini Pernyataan Anies Saat Ingin Pecat Ahok Sebagai Gubernur DKI

Sementara itu, agenda kedua berupa pemeriksaan terdakwa, baru akan dilakukan bila masih ada sisa waktu usai seluruh barang bukti ditunjukkan di persidangan.

"Kalau udah selesai baru periksa terdakwa sebagai tahap terakhir persidangan hari ini," ujar Dwiarso lagi.

Saat ini, bukti rekaman dari seluruh saksi pelapor yang diserahkan ke JPU tengah diputar di dalam persidangan. Selanjutnya, barang bukti milik JPU yang akan diperiksa berupa buku karya Ahok yang berjudul Merubah Indonesia.

"Kita menghadirkan banyak banget karena apa yang disita penyidik itu menjadi tanggung jawab kita untuk dikonfirmasi kepada terdakwa. (Barang bukti) ada yang dobel. Misalnya ada dari saksi pelapor. Saksi pelapor itu kan hampir semua sama. Mungkin bukti dokumen juga ada karena ada hasil printout," ujar Ketua JPU, Ali Mukartono.

Seperti diketahui, Ahok didakwa dengan pasal 156 dan 156a tentang penodaan agama lantaran pidato yang disampaikannya saat berkunjung ke Kepulauan Seribu menyinggung surah Almaidah.

"Mau Pilih Ahok Silakan, Enggak Seneng Enggak Usah Dipilih"

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Nugrahenny Putri Untari