logo


Tim Pengacara Ahok Ingin Video Gus Dur Diputar Saat Sidang

Ahok memang menyertakan video pidato Gus Dur kepada majelis hakim untuk diputar di persidangan

3 April 2017 18:16 WIB

Rian Ernest (kiri) saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di sidang lanjutan pengujian perkara UU Pemilihan Kepala Daerah terkait dengan cuti selama masa kampanye, di Mahkamah Konstitusi, Rabu (30/8).
Rian Ernest (kiri) saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di sidang lanjutan pengujian perkara UU Pemilihan Kepala Daerah terkait dengan cuti selama masa kampanye, di Mahkamah Konstitusi, Rabu (30/8). Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim pengacara terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berharap majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara bersedia untuk memutar video pidato Presiden RI keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur) di muka persidangan, besok Selasa (4/4).

Sebelumnya, Ahok memang menyertakan video pidato Gus Dur kepada majelis hakim untuk diputar di persidangan. Video tersebut berisi pembelaan Gus Dur terhadap Ahok saat isu Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (SARA) menyerang Ahok pada Pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2007 lalu.

"Kita berharap video Gus Dur diputar, tapi kembali lagi kepada hakim untuk memperkenankan," ungkap anggota tim pengacara Abok, Rian Ernest di Posko Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (3/4).


Ahok Akan Jadikan Kompleks Makam Mbah Priok Tujuan Wisata Ziarah Internasional

Lebih lanjut, Ernest menjelaskan bahwa agenda sidang Selasa besok berisi pemeriksaan terdakwa. Proses tersebut merupakan proses lanjutan usai majelis hakim berhasil memeriksa seluruh saksi dan ahli di beberapa pertemuan.

Ernest mengaku, nantinya Ahok akan diperiksa beserta alat bukti dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kemudian, tuntutan terhadap Ahok akan dibacakan setelah pemeriksaan terdakwa selesai.

Sementara itu, saat ini Ahok tengah mempersiapkan materi yang akan ditunjukkannya besok di persidangan.

"Dari siang ini Pak Ahok akan merefresh memory-nya," ungkap dia.

Seperti diketahui, Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Ini Alasan Timses Ahok-Djarot Hingga Optimis Menang Pilkada DKI

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan