logo


Tanah Longsor di Ponorogo, Ini Penjelasan Bupati

Zona rawan longsor di Desa Banaran tersebut pada kenyataannya masih belum dikosongkan secara maksimal.

3 April 2017 10:25 WIB

Bencana tanah longsor di Ponorogo.
Bencana tanah longsor di Ponorogo. Twitter

PONOROGO, JITUNEWS.COM - Bencana tanah longsor terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Sabtu (1/4/2017) sekira pukul 09.30 WIB.

Beberapa rumah warga tertimbun tanah dan hancur, puluhan warga yang sedang memanen jahe di lahan wilayah lereng perbukitan ikut menjadi korban. Zona rawan longsor di Desa Banaran tersebut pada kenyataannya masih belum dikosongkan secara maksimal.

Pasalnya, sebelum bencana terjadi, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah memperingatkan warga tentang bahaya tanah longsor karena melihat ada tanda-tanda tanah longsor yang muncul. Warga hanya mengungsi ketika petang menjelang dan kembali lagi ke rumah pada pagi harinya. Namun, saat warga kembali ke rumah untuk melakukan aktivitas, longsor pun terjadi.


Berkat Selang Oksigen, 2 Korban Longsor Cianjur Selamat

Hal tersebut dibenarkan Bupati Ponorogo, Ipung Muchlissoni. "Sebetulnya kami sudah mengambil langkah sejak awal munculnya retakan tanah itu, warga kami imbau untuk mengungsi dan tempatnya pun sudah disediakan," kata Ipung, Senin (3/4).

Pengosongan tersebut, diakui Ipung, cukup sulit dilakukan lantaran masih kurangnya kesadaran terhadap ancaman bencana. 

"Siangnya kembali ke rumah. Jadi ya begini, kadang kami sulit untuk melakukan pengosongan secara paksa kalau tidak ada alasan atau kejadian, nanti dikira kami melanggar HAM," ujarnya lagi.

Setelah kejadian ini, menurut Ipung, masyarakat telah memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk melakukan relokasi. 

Ponorogo Terkena Longsor, Masih ada Warga yang Belum Ditemukan

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari