logo


NU dan KSP Bicara Pemanfaatan Media Sosial oleh Anak Muda

Media digital dan media sosial telah menjadi platform paling efektif untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran, mengabarkan Islam yang berkeadaban, dan membangun ukhuwah di lingkungan umat dan seluruh warga bangsa.

2 April 2017 18:17 WIB

Alois Wisnuhardana dari Kantor Staf Presiden saat memberikan materi di NY Blora dalam seminar dengan tema “Memperkuat Fungsi Media sebagai Infrastruktur Dakwah Islam Nusantara” di Gedung Serbaguna NU, Kabupaten Blora, 31 Maret hingga 2 April 2017.
Alois Wisnuhardana dari Kantor Staf Presiden saat memberikan materi di NY Blora dalam seminar dengan tema “Memperkuat Fungsi Media sebagai Infrastruktur Dakwah Islam Nusantara” di Gedung Serbaguna NU, Kabupaten Blora, 31 Maret hingga 2 April 2017. ksp.go.id

BLORA, JITUNEWS.COM - Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Blora, Jawa Tengah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jurnalistik sejak 31 Maret hingga 2 April 2017, di Blora. Kegiatan itu diselenggarakan di Gedung Serbaguna NU, Kabupaten Blora.

Kegiatan itu dilatarbelakangi sebuah kesadaran bahwa media digital dan media sosial telah menjadi platform paling efektif untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran, mengabarkan Islam yang berkeadaban, dan membangun ukhuwah di lingkungan umat dan seluruh warga bangsa.

Dalam merawat keberagaman dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat sebagaimana telah dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu dan para tokoh bangsa di masa lalu, anak-anak muda NU dapat berperan makin aktif sehingga bisa menyuarakan Islam toleran di tengah-tengah publik, menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta.

Acara yang dikemas dalam tema “Memperkuat Fungsi Media sebagai Infrastruktur Dakwah Islam Nusantara” itu juga menghadirkan tenaga ahli madya dan ketua tim Sosial Media Crisis Center Kantor Staf Presiden, Alois Wisnuhardana.


Publik Dihimbau Tak Perlu Meributkan Jumlah Investasi yang Dibawa Raja Salman

Dalam paparannya, Alois menjelaskan bahwa sekarang ini, dunia berada dalam situasi banjir informasi sebagai akibat ledakan data digital yang luar biasa massif. Situasi itu membawa dua dampak sekaligus, dampak positif dan dampak negatif.

“Revolusi digital, selain berdampak positif juga telah menyebabkan caci maki, ujaran kebencian, berita-berita fitnah, bertebaran di tengah masyarakat. Yang terpapar tidak hanya anak-anak muda tetapi juga ibu-ibu, orang dewasa, mulai dari kalangan yang terdidik sampai dengan yang tidak terpelajar sekalipun,” ujar Alois melalui laman Kantor Staf Presiden (KSP), Minggu (2/4/2017).

Ia mengingatkan, rekam jejak digital tidak akan bisa dihapus sampai kapan pun.

“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati mengunggah konten apapun melalui media sosial. Sekali kita sudah mempostingnya, jejak itu akan abadi di dunia maya,” ujar Alois.

Ia menambahkan, telah banyak kasus yang muncul akibat anak-anak muda tidak berhati-hati menggunakan media sosial.

"Mereka ini, lantaran tidak menyadari konsekuensi yang ditimbulkan atas postingan yang dibuatnya, tidak jarang harus berurusan dengan aparat penegak hukum atau gugatan dari orang yang dirugikan. Ketika itu terjadi, sudah terbayang kerugian dan kerepotan yang harus mereka tanggung," pungkasnya.

Abdullah Badri, narasumber lainnya juga memberikan panduan teknis dan praktis bagaimana memanfaatkan dan menggunakan media online dan media sosial sebagai instrumen untuk menjaga nilai-nilai keislaman, menjaga dan menghormati kiai sebagai panutan umat, dan menjaga keutuhan NKRI. Badri sendiri adalah seorang pengelola website berkonten islami.

Ia memaparkan bagaimana wajah Islam yang ramah, bukan yang marah, seharusnya ditampakkan melalui media digital.

“Itu menjadi tanggung jawab kita sebagai anak muda NU,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menunjukkan media-media online yang cenderung bersifat radikal dan provokatif, memecah belah, selalu menyalahkan orang yang tidak sepandangan atau sepemahaman dalam penghayatan keagamaan atau sikap politik.

Pemerintah Serius Sikapi Polemik Revisi UU ASN

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas