logo


Soal Ketersediaan Pangan, Ini Rekomendasi Bank Indonesia

Peningkatan produksi dan pasokan khususnya terkait dengan luas lahan, produktivitas, ketersediaan data, insentif bagi petani, dan kebijakan impor menjadi sorotan

2 April 2017 15:33 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pencapaian inflasi yang rendah dan stabil merupakan bagian dari upaya reformasi  pangan untuk menjaga ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat, serta mengurangi kesenjangan kesejahteraan.

Saat ini dinamika inflasi nasional masih banyak dipengaruhi oleh gejolak harga pangan disertai lebarnya kesenjangan harga pangan antar daerah. Oleh karena itu, langkah reformasi kebijakan pangan diperlukan untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan pengelolaan pangan yang terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia yang diinisiasi bersama (joint-host) oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.


Ini Langkah Bulog Bersiap Serap Jagung Petani

Rapat koordinasi dihadiri oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perdagangan, Pejabat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Rapat Koordinasi juga dihadiri oleh tiga Kepala Daerah yakni Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam siaran persnya, Bank Indonesia (BI) menjelaskan reformasi kebijakan pangan diarahkan untuk mengatasi lima tantangan utama. Pertama, aspek peningkatan produksi dan pasokan khususnya terkait dengan luas lahan, produktivitas, ketersediaan data, insentif bagi petani, dan kebijakan impor. Kedua, aspek pemenuhan infrastruktur penunjang pertanian terutama terkait pengairan. Ketiga, aspek akses pembiayaan karena masih lemahnya faktor kelembagaan petani. Keempat, aspek distribusi, logistik dan tata niaga pangan. Dan ketiga, aspek  efisiensi struktur pasar karena masih panjangnya rantai perdagangan komoditi pangan.

Rekomendasi dari rapat itu antara lain,  Mendorong Peningkatan Produksi dan Pasokan Pangan, yakni melalui penerapan reforma agraria sebagai bagian dari kebijakan pemerataan ekonomi melalui pola klastering produksi pertanian dan pengaturan waktu (timing) produksi beras untuk kebutuhan yang merata sepanjang tahun disertai peningkatan kapasitas dan jumlah sarana dan prasarana produksi, serta Penugasan dan penunjukkan wilayah atau daerah untuk melakukan produksi komoditas tertentu disertai peningkatan peran daerah untuk berinovasi dalam peningkatan produksi pangan. Selain itu, juga akan dilakukan Penguatan kelembagaan petani melalui penerapan corporate atau cooperative farming dan pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

Rekomendasi kedua yaitu, Memperkuat Infrastruktur Pertanian, yang diprioritaskan pada Percepatan pembangunan proyek infrastruktur penunjang produksi pangan dan infrastruktur konektivitas sebagaimana tertuang dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Percepatan pembangunan dan perbaikan irigasi, terutama irigasi sekunder dan tersier, untuk dapat mengairi seluruh sawah, terutama di daerah-daerah yang memiliki dampak pengganda produksi pangan yang lebih besar.

" Meningkatkan upaya fiskal dan dalam meningkatkan produktivitas pertanian," tulisnya.

I Ketut Diarmita Imbau Peternak Perbaiki Manajemen Pemeliharaan Unggas

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas