logo


Eko Sulistyo, Sang Juru Taktik Komunikasi Politik Jokowi

Eko adalah tokoh muda yang meracik komunikasi politik Jokowi sejak jadi Walikota Solo. Dari sosok ini lah terpapar cerita di balik strategi komunikasi politik Jokowi yang unik itu.

1 April 2017 03:03 WIB

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo.
Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo. Ksp.go.id

Komunikasi politik yang mampu membalikkan keraguan publik  

Eko Sulistyo dekat secara pribadi dengan Jokowi sejak masa awal periode pertama Jokowi menjadi Walikota Solo. Eko banyak memberikan sumbangsih pemikiran terhadap gaya kampanye dan kepemimpinan Jokowi, padahal saat itu masih mencuat kuat keraguan publik Surakarta terhadap sosok Jokowi yang dinilainya tidak punya track record sebagai politisi.


Ini Sosok Abil, Bocah SD yang Tertidur Usai Jualan di Pinggir Trotoar

Sejak Jokowi mencalonkan diri sebagai Walikota Solo, tak sedikit juga publik yang meragukan kemampuannya -- karena background sebagai pedagang mebel rumah dan taman. Keraguan itu bahkan hingga saat Jokowi menjadi pemenang pilkada.

Namun setahun setelah Jokowi memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan. Jokowi banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Setahun Jokowi memimpin Solo, sikap publik yang utopis pun terkikis setelah Solo mulai mengalami perubahan pesat setelah menciptakan branding baru untuk Kota Solo dengan moto ”Solo : The Spirit of Java.”

Sebagai tindak lanjut branding itu, Jokowi mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkah berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008. 

Bahkan sebelumnya di tahun 2007 Surakarta dipertegas kembali ”mendunia” menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di Kompleks Benteng Vastenburg – yang sebelumnya terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan.

Langkah ini dinilai publik sebagai upaya yang progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa. Antara lain Jokowi mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari yang nyaris tanpa ada gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan menjadi taman hijau terbuka. Taman Balekambang yang semula terlantar semenjak ditinggalkan pengelolanya -- kemudian kembali dijadikan taman.

Wow! 7 Tokoh Indonesia Ini Miliki Jet Pribadi yang Mewah

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi