logo


Eko Sulistyo, Sang Juru Taktik Komunikasi Politik Jokowi

Eko adalah tokoh muda yang meracik komunikasi politik Jokowi sejak jadi Walikota Solo. Dari sosok ini lah terpapar cerita di balik strategi komunikasi politik Jokowi yang unik itu.

1 April 2017 03:03 WIB

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo.
Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo. Ksp.go.id

Dari aktivis jalanan hingga Istana

Eko Sulistyo adalah sosok loyalis yang mendedikasikan dirinya membantu Jokowi sejak awal merintis karier politik sebagai Walikota Solo. Komunikasi politik menjadi kegiatan yang telah lama dilakukan Eko.

Pada tahun 1989 – 1990 ia menjadi Koordinator Ikatan Mahasiswa Solo (IMS), sebuah organisasi mahasiswa yang berbasis di luar kampus. Masa itu ia aktif terlibat dalam pengorganisasian dan advokasi korban penggusuran proyek Waduk Kedung Ombo -- yang tergabung dalam Komite Solidaritas Korban Pembangunan Kedung Ombo (KSKPKO) dan juga beberapa advokasi kasus ketidakadilan pada rakyat di beberapa daerah bersama mahasiswa dari beberapa kota.


Ini Sosok Abil, Bocah SD yang Tertidur Usai Jualan di Pinggir Trotoar

Eko Sulistyo juga dikenal sebagai pendiri beberapa LSM di Solo, di antaranya menjadi Direktur Penelitian dan Pengembangan Informasi di Gita Pertiwi Ecological Studies Project (1999 – 2000), Koordinator Konsorsium Monitoring dan Pemberdayaan Institusi Publik (2001 – 2003), serta perintis Solidaritas Perempuan untuk Hak Azasi Manusia (SpekHAM). 

Di bidang politik Pemilu, pada 1996 – 1999 pada usia 28 tahun di masa single majority Orde Baru Eko muda sudah dipercaya memimpin Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Solo merangkap Koordinator KIPP Jawa Tengah. KIPP adalah organisasi non pemerintah yang disegani di masa itu, dengan tokoh pentolannya antara lain Adnan Buyung Nasution, Gunawan Mohamad, W.Mulya Kusuma.

Loyalitas Eko pada KIPP hingga mengantarkannya belajar pengawasan pemilu di National Citizens Movement for Free Elections (Namfrel) di Manila, Filipina pada tahun 1999. Setahun kemudian Eko kembali ke Filipina untuk belajar perencanaan anggaran secara partisipatif di Institut for Popular Democracy (IPD) dan Institute for Politic Governance (IPG). 

Kini Eko menjadi garda depan dalam pengaturan informasi dan opini melalui sosial media Kantor Staf Presiden maupun portal berita dalam website. Saat terjadi derasnya opini publik yang bersikap kontra, maka Eko sebagai pimpinan strategi penyebaran informasi akan mencegah opini negatif agar tidak berkepanjangan. Ia akan memonitor dan menganalisa opini negatif dengan mempublikasikan kontra narasi kepada masyarakat luas -- disertai juga pelurusan informasi yang positif.

Eko meyakini penyebaran informasi positif adalah sangat penting untuk membendung segala jenis kekeliruan yang bisa menyesatkan bangsa. Rakyat yang tadinya memilih berada di posisi netral tetapi kemudian bisa tersesat karena dibiarkan menerima aliran deras informasi negatif.

Oleh karena itu, di setiap hari kerja Eko Sulistyo selalu disibukkan menata strategi jitu untuk menandingi arus informasi negatif dengan informasi positif yang berisi fakta-fakta lapangan terkait kebijakan pemerintah. Sehingga muncul persepsi masyarakat yang sesuai harapan pemerintah. Maka kabar hoax sekali pun tak akan ampuh berpengaruh pada masyarakat, jika penyebarluasan informasi fakta-fakta lapangan bisa diterima oleh akal sehat atau rasionalitas masyarakat.

 

Wow! 7 Tokoh Indonesia Ini Miliki Jet Pribadi yang Mewah

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi