logo


Pengamat: Divestasi Freeport Itu Nomor 3, Nomor 1 Adalah Peningkatan Royalti

Soal divestasi membutuhkan modal besar untuk mengambilnya

1 April 2017 08:00 WIB

Ilustrasi pertambangan Freeport Indonesia.
Ilustrasi pertambangan Freeport Indonesia. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah baru-baru ini mengklaim telah mendapatkan hasil final dari perundingan dengan PT Freeport Indonesia. Lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, disinyalir bahwa Freeport telah setuju untuk melepas 51% bagian kepada negara.

Namun, menurut pengamat dari Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean, divestasi bukanlah hal yang harus diperjuangkan. Pasalnya, akan terasa percuma jika tidak dapat hasil yang lebih besar.

"Yang paling penting sesungguhnya adalah bagaimana kita mendapat bagian yang lebih besar. Itu yang harus dinego sehingga kita tidak keluar dana tapi dapat hasil lebih besar. Divestasi itu bukan sesuatu yang sangat vital dari Freeport yang harus kita perjuangkan," ujarnya saat dikonfirmasi.


Kebijakan ESDM Soal Freeport Didukung Pemprov Papua

Lebih lanjut, Ferdinand menjelaskan soal divestasi membutuhkan modal besar untuk mengambilnya.

"Jangan sampai nanti divestasi selesai diambil dengan dana besar, tapi manfaatnya tidak lagi sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Harus dihitung betul antara nilai divestasi yang akan dikeluarkan dengan manfaat yang kita dapat. Karena divestasi 10% yang tahun lalu saja sampai sekarang tidak jelas karena kita tidak mampu beli sebesar USD 1.7 miliar yang ditawarkan Freeport," terangnya.

Divestasi, lanjutnya, itu belum tentu akan untung. Meski pemikirannya memang akan dapat porsi lebih dari bagi hasil, namun yang sangat perlu diperhatikan adalah peningkatan royalti, pajak, dan pemurnian di Indonesia. Itu dinilainya akan lebih cepat meningkatkan pemasukan negara tanpa keluar biaya dibanding divestasi yang harus keluarkan biaya yang tidak kecil.

"Jangan sampai contohnya 51% itu harus dibayar dengan USD 7-8 milliar tapi setiap tahun kita tidak mendapat yang berimbang. Mari berpikir lebih bijak, mendapatkan pemasukan lebih besar tanpa harus divestasi. Bagi saya, divestasi itu nomor 3, nomor 1 adalah peningkatan royalti dan nomor 2 pembangunan smelter. Dan ingat, jangan sampai divestasi itu jadi bancakan kelompok tertentu," imbuhnya.

Datangi Kantor Jonan, Apa yang Akan Dibahas Direktur Freeport Ini?

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Vicky Anggriawan