logo


Ini Wejangan Djarot Terkait Program KJP Plus Milik Anies-Sandi

Menurut Djarot, KJP Plus harus difungsikan dengan baik, dan jika memungkinkan, tidak diberikan secara tunai.

30 Maret 2017 14:15 WIB

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana, Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri deklarasi relawan Dulure Djarot di Jakarta, Rabu (5/10).
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana, Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri deklarasi relawan Dulure Djarot di Jakarta, Rabu (5/10). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan tanggapannya terkait program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang diwacanakan paslon nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut Djarot, KJP Plus harus difungsikan dengan baik, dan jika memungkinkan, tidak diberikan secara tunai.

Selama ini, program KJP yang telah berjalan telah dipantau oleh sistem, untuk mengantisipasi penyelewengan dana yang mungkin terjadi jika bantuan tersebut diberikan secara tunai. 

"Silahkan saja itu KJP Plus, tapi fungsinya harus bisa mendidik anak-anak agar rajin sekolah. Jangan sampai disalahgunakan. Makanya itu tidak boleh ditarik tunai sembarangan, karena nanti kita tahu uang itu digunakan untuk apa," ujar Djarot di Jalan Cengkeh, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017).


Duh, Tokoh Tionghoa Ini Sebut Djarot Bermental Karyawan, Ini Alasannya

KJP, lanjut Djarot memang sengaja dibuat untuk memotivasi anak-anak untuk belajar dan bersekolah. Sampai saat ini saja telah ada sekitar 530 ribu KJP yang dibagikan dan dipantau oleh sistem terpadu. Oleh karena itu, jika KJP Plus nantinya diberikan secara tunai, akan sangat sulit melakukan fungsi kontrol terhadap dana bantuan yang diberikan.

"Saat ini ada 530 ribu KJP yang sudah disebar, kalau ditarik tunai sembarangan bagaimana memantaunya, kalau tidak gunakan sistem yang terpadu.

Djarot juga menambahkan, program KJP yang sudah ada memang bertujuan mendidik anak-anak dan juga masyarakat, karena bentuknya yang nontunai. Djarot mengaku tidak memiliki niat sama sekali untuk membuat program yang seolah hanya memberikan kenikmatan sesaat bagi masyarakat.

"Program ini untuk mendidik, kita tidak bisa memberikan angin-angin surga atau sekadar gula-gula manis ke masyarakat," pungkasnya.

Pesan Djarot untuk Warga DKI Jelang Hari Pencoblosan

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari