logo


Sidang E-KTP Bakal Konfrontasikan Miryam dengan Video Rekaman Penyidikan

Seperti diketahui, Miryam sempat mencabut BAP dengan alasan dirinya mendapat tekanan saat proses penyidikan.

30 Maret 2017 10:25 WIB

Anggota Komisi V DPR RI, Miryam S Haryani.
Anggota Komisi V DPR RI, Miryam S Haryani. politik.news.viva.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek KTP elektornik akan kembali digelar hari ini, Kamis, 30 Maret 2017. Nampaknya dalam persidangan tersebut pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menunjukan video rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani.

Rencananya Miryam akan kembali dihadirkan pada persidangan kali ini, yang mana sebelumnya anggota DPR RI itu memilih tidak hadir pada Senin, 27 Maret lalu. Pemanggilan kembali Miryam itu penting untuk mengkonfrontasi keterangannya dengan tiga penyidik KPK yang ditudingnya melakukan penekanan saat pemeriksaan di KPK.

Seperti diketahui, Miryam sempat mencabut BAP dengan alasan dirinya mendapat tekanan saat proses penyidikan.


Jokowi Tersenyum Ditanya soal Perppu, KPK: Kami Masih Memohon

"Tentu majelis hakim yang akan menyimpulkan dari keterangan saksi yang mengatakan bahwa dia ditekan oleh penyidik. Ketika nanti diperiksa pada proses persidangan dengan menunjukkan rekaman proses penyidikan, majelis hakim akan menyimpulkan apakah cukup beralasan saksi itu mencabut keterangannya," demikian ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (23/3).

Sedangkan Ketua KPK Agus Rahardjo tak ingin banyak berkomentar terkait sikap Miryam yang mencabut berita acara pemeriksaan. Terpenting bahwa segalanya kini sedang berlangsung di dalam persidangan. Tentang, apakah Miryam berbohong atau tidak, hal itu pun ditegaskan Agus juga akan ada prosesnya.

"Ya nanti pembuktiannya di proses pengadilan," ujar Agus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (29/3).

Kelak, keterangan Miryam yang menyebut dirinya mendapat tekanan dari tim penyidik KPK akan dikonfrontasikan langsung kepada tiga penyidik yang bertugas menyidik politisi Hanura itu.

Rencananya, Miryam beserta enam orang lainnya kan hadir di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat. Mereka akan dimintai keterangan berkaitan dengan proses penganggaran dalam proyek e-KTP.

Ketujuh nama tersebut adalah Miryam S. Haryani, Ganjar Pranowo, Khatibul Umam Wiranu, Agus W Martowardojo, Agun Gunandjar Sudarsa, Moh Jafar Hafsah dan Diah Hasanah.

KPK ke Kabinet Indonesia Maju: Wajib untuk Melaporkan Kekayaan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah