logo


Soal Aksi 313, Ini Tanggapan Djarot

Aksi 313 terkait status Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang tengah menyandang status terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

29 Maret 2017 07:49 WIB

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat melakukan blusukan di kawasan di Munjul, Jakarta Timur, Rabu (8/3).
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat melakukan blusukan di kawasan di Munjul, Jakarta Timur, Rabu (8/3). Jitunews/Citra Fitri Mardiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Sejumlah ormas berencana akan menggelar aksi pada 31 Maret 2017. Aksi itu akan dinamakan aksi 313. Belum diketahui pasti tuntutan apa yang akan diusung oleh sejumlah ormas itu dalam aksi 313.

Namun, beberapa informasi menyebutkan aksi tersebut berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, khususnya terkait status Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang tengah menyandang status terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

Dari beberapa selebaran aksi 313 yang beredar beberapa hari belakangan, massa aksi akan meminta Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.


Ring 'Mata Najwa' Jadi Pemanasan Ahok-Anies Saling Serang Gagasan

Menanggapi rencana aksi tersebut, calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan urusan itu (aksi 313) sebaiknya diserahkan ke pihak kepolisian. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki

"Kalau itu urusannya kepolisian-lah. Urusan itu kami serahkan ke pihak kepolisian," kata Djarot di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (28/3/2017).

Djarot mengatakan, sebagian besar warga Jakarta sebenarnya menginginkan kondisi Jakarta dalam keadaan selalu aman. Ia pun berpesan agar semua pihak melakukan kegiatan mereka dengan baik.

"Kami warga Jakarta menghendaki supaya Jakarta damai dan aman. Marilah kita berkegiatan yang baik," kata suami Happy Farida itu.

Anies Salahkan Ahok Soal Maraknya Isu Keagamaan

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas