logo


"La Galigo: The Chaos Within" Dapat Apresiasi dari Atase Pendidikan RI di Singapura

Pentas drama musikal ini merupakan hasil ide kreatif dari NUANSA Cultural Production, selaku panitia acara dan merupakan pertunjukan yang digelar ke-sepuluh kalinya selama satu dasawarsa terakhir.

28 Maret 2017 13:10 WIB

Pentas drama musikal La Galigo: The Chaos Within di National Library Building, Singapura.
Pentas drama musikal La Galigo: The Chaos Within di National Library Building, Singapura. Dok. NUANSA Cultural Production

SINGAPURA, JITUNEWS.COM - Atase Pendidikan RI di Singapura, Aisyah Endah Palupi amat bangga menyaksikan pertunjukan drama musikal "La Galigo: The Chaos Within" yang digelar di National Library Building (NLB), Singapura, Minggu (26/5).

Ia tak menyangka, pertunjukan yang digelar oleh NUANSA Cultural Production, menyajikan karya yang sungguh berkesan dan luar biasa.

"Saya amat bangga dengan pertunjukan tersebut, pertujukannya begitu luar biasa. Anak-anak kita bekerja keras untuk menampilkan kebudayaan kita di luar negeri," ujar Aisyah ketika ditemui selepas acara, Minggu (26/3).


Drama Musikal "La Galigo: The Chaos Within" Pukau Ribuan Orang di Singapura

Aisyah tak lupa berpesan, ia berharap mahasiswa-mahasiwa Indonesia di Singapura untuk terus berkarya mempromosikan kebudayaan-kebudayaaan Indonesia kepada publik luar negeri.

"Terus semangat terus berkarya mempromosikan kebudayaan Indonesia di luar negeri," katanya.

"Ini penampilan yang layak ditonton, sungguh luar biasa," imbuhnya.

Di sisi lain, Jitunews juga mewawancarai para pengunjung yang hadir di National Library Building. Rata-rata mereka sangat kagum dengan hasil karya anak bangsa tersebut.

"Ini malam yang sangat menggembirakan, saya terharu, sangat senang melihat jerih payah teman-teman. Jangan berhenti sampai tahun ini, saya menunggu pertunjukan tahun depan," kata Kevin petra sihombing, mahasiswa National University of Singapore.

Pentas drama musikal ini merupakan hasil ide kreatif dari NUANSA Cultural Production, selaku panitia acara dan merupakan pertunjukan yang digelar ke-sepuluh kalinya selama satu dasawarsa terakhir.

"Luar biasa sekali penampilan mereka, saya sungguh takjub dengan pertunjukan yang dibawakan kali ini, Tiap Nuansa menggelar pentas drama musikal, saya selalu hadir," ujar Prakoso, salah satu mahasiswa NUS, yang hadir dalam pertunjukan tersebut, Minggu (26/3).

Seperti diketahui, tahun ini, Nuansa Cultural Production mengusung drama musikal dengan tema dari suku Bugis dan manuskrip epik mereka yang berjudul Sureq Galigo.

Sureq Galigo adalah sebuah epik terpanjang di dunia dan telah diakui oleh UNESCO sebagai World Heritage. La Galigo sudah dipentaskan di berbagai event di tingkat internasional, terutamanya di Sydney Opera House dan US Broadway Theater.

La Galigo berlatar di Bugis, Sulawesi Selatan dan telah diakui oleh UNESCO dalam Memory of the World Register. La Galigo menceritakan tentang kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang memegang kukuh nilai-nilai sosial. Musikal ini dirancang sedemikian rupa agar penonton dapat merasakan kekayaan budaya Bugis sambil tetap menjaga keasliannya.

Happy Wonderland, Acara Seru untuk Ortu dan Anak Persembahan Nestle Lactogrow

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Syukron Fadillah