logo


Jembatan Cisomang Siap Laju, Berikut Empat Pesan Menteri Basuki

Jasa Marga harus memiliki SOP yang baik guna menyikapi hal-hal yang dianggap membahayakan keselamatan publik sebagai pengguna jalan dan jembatan.

28 Maret 2017 09:45 WIB

Jembatan Cisomang yang beberapa waktu lalu sempat mengalami perbaikan kini telah selesai. Anggaran sebesar Rp 135 miliar dikeluarkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk memperbaiki jebatan tersebut baik pada tahap emergency dan permanen.
Jembatan Cisomang yang beberapa waktu lalu sempat mengalami perbaikan kini telah selesai. Anggaran sebesar Rp 135 miliar dikeluarkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk memperbaiki jebatan tersebut baik pada tahap emergency dan permanen. istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah rampung menjalani perbaikan selama tiga bulan, terhitung pada Sabtu, 1 April 2017 pukul 00.00 WIB, Jembatan Cisomang kembali dapat dilintasi secara normal.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan akan empat hal pasca perbaikan Jembatan Cisomang kepada operator Jalan Tol Purbaleunyi, sebelum jembatan yang terletak di km 100+700 pada ruas Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), Jawa Barat, dibuka.

Hal pertama ditujukan untuk Jasa Marga. Yang mana kedepannya harus berkoordinasi dengan Korlantas Kepolisian RI, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah setempat untuk menyambut pembukaan lalu lintas pada 1 April mendatang.


Berapa Lama Perbaikan Jembatan Cisomang? Ini Penjelasan Menteri Basuki

"Sebelum memulai itu, maka harus diawali dengan kegiatan sosialisasi bersama mulai 28 Maret hingga 31 Maret 2017," ucap Menteri Basuki di proyek perbaikan Jembatan Cisomang, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (27/3).

Pesan yang kedua, Jasa Marga berkewajiban untuk terus melakukan monitoring secara berkala terhadap struktur, tanah atau lereng, sungai dan fondasi Jembatan Cisomang. Tak hanya itu, Jasa Marga juga bertanggungjawab untuk melaksanakan penyempurnaan pekerjaan penanganan permanen, hingga lalu lintas dapat beroperasi secara normal, selambat-lambatnya 30 September 2017 atau tahap II perbaikan permanen selesai.

"Kemudian ketiga, menyiapkan metoda yang efektif untuk menyaring atau menyeleksi kendaraan non-golongan I, dengan muatan berlebih (overload) yang melintasi Jembatan Cisomang," ucapnya.

Sedangkan poin terakhir, Jasa Marga harus memiliki SOP yang baik guna menyikapi hal-hal yang dianggap membahayakan keselamatan publik sebagai pengguna jalan dan jembatan.

"Itulah yang ke depan kami meminta Jasa Marga untuk melaksanakannya," ungkap Basuki menegaskan.

Menteri Basuki, Jembatan Cisomang Masih Aman Dilalui Kendaraan Golongan I

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah