logo


Ridho Akui Sehari Segram Sabu, BNN: Harusnya Sudah Meninggal

"Orang pakai satu gram sehari itu belum tentu hilang (efeknya), 2 hari mungkin masih on. Jadi, kalau orang normal gak bakalan melakukan itu. Mungkin sudah overdosis dulu-dulu," ucap Sulis.

28 Maret 2017 09:30 WIB

Ridho Rhoma
Ridho Rhoma Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Narkotika Nasional menyangsikan pengakuan Ridho Rhoma yang mengaku mengkonsumsi sabu dengan kadar kira-kira satu gram tiap hari.

"Dia itu dalam kondisi normal atau nggak dia omong begitu," demikian ucap Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko kepada media, Senin (27/3) malam.

Sebelumnya Ridho juga mengakui bahwa dirinya secara intens mengkonsumsi sabu sejak enam bulan terakhir.


Polisi Belum Terima Surat Permohonan Rehabilitasi Nia Ramadhani

Sulis berargumen, pernyataan Ridho sangatlah janggal terkait kebiasaannya mengkonsumsi sabu satu gram per harinya. Ia pun menilai pernyataan Ridho tersebut bukanlah yang semestinya, dengan kata lain, Ridho masih dalam pengaruh efek penggunaan sabu.

Tapi jika benar pernyataan Ridho bahwa dirinya kerap mengkonsumsi sabu satu gram per harinya, maka putra Ketua Partai Politik Idaman, Rhoma Irama itu kemungkinan sudah meningal dunia karena komplikasi hebat.

"Orang pakai satu gram sehari itu belum tentu hilang (efeknya), 2 hari mungkin masih on. Jadi, kalau orang normal gak bakalan melakukan itu. Mungkin sudah overdosis dulu-dulu, atau sudah mati karena komplikasi organ tubuh yang rusak, hatinya atau ginjalnya sudah mati dari dulu kalau sehari satu gram," jelas Sulis.

Sebelumnya, Kasat Narkotika Polres Jakarta Barat AKBP Suharto mengatakan Ridho mengaku menggunakan sabu selama 2 tahun. Ridho lebih intens memakai sabu dalam 6 bulan terakhir.

"Sudah enam bulan. Kira-kira Ridho tiap hari satu gram sabu. Memakai bersama MS," ujar Suharto.

Ridho sebelumnya tertangkap Polres Jakarta Barat karena kedapatan membawa sabu seberat 0,7 gram. Polisi mendapatkan sabu tersebut di dalam mobilnya.

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Merevisi UU Narkotika

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah