logo


Ring 'Mata Najwa' Jadi Pemanasan Ahok-Anies Saling Serang Gagasan

Soal bahwa Anies akan memberhentikan Ahok, cagub petahana yang juga mantan Bupati Belitung Timur itu langsung tertawa.

28 Maret 2017 07:30 WIB

Surat suara untuk putaran kedua Pilkada DKI.
Surat suara untuk putaran kedua Pilkada DKI. Dok. Metrotvnews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan saling bentrok gagasan dalam program Mata Najwa, Senin (27/3). Layaknya debat kandidat pada umumnya, tak hanya gagasan atau pun ide membangun Jakarta, benturan argumen yang menyangkut personalitas pun ikut terseret-seret.

Najwa Shihab langsung memulai dengan melontarkan pertanyaan kepada Ahok untuk menanggapi persepsi publik bahwa Ahok itu pemarah dan kerap main pecat anak buahnya, "Apakah itu benar," tanya Najwa.

"Tergantung, mirip-mirip," jawab Ahok di awal.


Soal Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Politik Itu Bukan Matematik

Lalu calon gubernur DKI petahana itu menjelaskan bahwa dirinya memacat anak buah bukan tanpa alasan, atau pun mengada-ada.

"Kita pecat anak buah karena kerjanya enggak bener. Itu ada sistemnya, ada kontraknya, indikator kinerjanya, kalau enggak baik ya terpaksa dia tersingkir. Jadi ada sistemnya, bukan asal pecat-pecat. Tapi kalau tidak bener ya pecat," jelas Ahok.

Setelah Ahok selesai dengan argumentasinya, Najwa berbalik ke Anies dan melemparkan pertanyaan, apakah dirinya berani memecat pejabat Pemprov DKI seperti Ahok? Pasalnya, hal ini merujuk pada persepsi bahwa Anies tidak berani memecat. Anies menanggapinya dengan cara menyinggung Ahok.

"Saya sedang mau berhentikan Pak Ahok jadi gubernur, apalagi sama anak buahnya," jawab Anies.

Entah apa maksudnya, Anies justru mengungkit soal kinerja pemerintahan Ahok-Djarot yang hanya merealisasikan 70 persen dari anggaran yang diberikan.

"Pak Basuki diberikan anggaran, hanya 70 persen yang terealisasi. Kasihan warga Jakarta tidak dapat 30 persennya. Betapa tidak efektifnya kepemimpinan ini. Tapi nanti kita lakukan dengan cara yang benar," sahut Anies.

Soal bahwa Anies akan memberhentikan Ahok, cagub petahana yang juga mantan Bupati Belitung Timur itu langsung tertawa.

"Kalau mau pecat saya, bukan Pak Anies (yang melakukannya), tapi tergantung warga Jakarta,” kata Ahok.

Menurutnya, jika Anies hendak memberhentikan dirinya sebagai gubernur, maka itu dilakukan bukan sebagai calon gubernur, melainkan sebagai rakyat DKI.
"Pak Anies, kalau mau pecat saya bukan sebagai Pak Anies, tapi sebagai warga Jakarta,” lanjut Ahok.

Menanggapi kritikan Anies yang kembali menyoroti penyerapan anggaran yang hanya 70 persen, Ahok mengaku penyerapan anggaran yang rendah lebih baik daripada bocor dicuri pihak-pihak tak bertanggungjawab. Dia pun menganggap hal itu justru bisa menghemat anggaran karena pembangunan tetap bisa berjalan.

"Bagi awam tampaknya penghematan. Tapi kalau dipikir, yang bikin rencana anggaran itu siapa? Gubernur dan DPRD. Kalau mau menghemat, ya harusnya disusun dari awal," sergah Anies.

"Pak Anies gini. Dulu sebelum e-budgeting, dulu ada 70 item, tidak bisa kontrol penggunaan anggarannya. Gara-gara itu saya mau dipecat DPRD, 2015. Nah, saya ingat Jakarta selama bertahun-tahun itu terlalu boros," balas Ahok.

Mardani: PKS Menyiapkan Kadernya Jika Anies Baswedan Maju ke Pilpres

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
×
×