logo


Hadiri Rakernas HIPMI, Jokowi Paparkan Tahapan untuk Dongkrak Ekonomi Indonesia

Ada tiga tahapan, yakni meliputi pembangunan infrastruktur, pengembangan industri pengolahan, dan pengembangan industri jasa.

27 Maret 2017 17:23 WIB

Presiden Jokowi dan peserta Rakernas XVI HIPMI saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (27/3).
Presiden Jokowi dan peserta Rakernas XVI HIPMI saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (27/3). Dok. Setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menghadiri acara Rakernas HIPMI yang diadakan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/3).

Dalam acara tersebut, Jokowi berbicara mengenai beberapa tahapan yang akan dilakukan untuk mendongkrak ekonomi Indonesia. Kata dia, sediktinya ada tiga tahapan, yakni meliputi pembangunan infrastruktur, pengembangan industri pengolahan, dan pengembangan industri jasa.

"Tahap pertama mengenai pembangunan infrastruktur harus menjadi fokus pembangunan saat ini. Dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan maka bisa menurunkan biaya logistik dengan semakin mudahnya keterjangkauan. Karena ini yang akan memperkuat competitiveness kita, biaya logistik jadi lebih murah," ujar Jokowi, Senin (27/3).


Jokowi Tak Akan Gantikan Mobil RI 1 Meski Sering Mogok

"Selain itu, yang berkaitan dengan listrik, jalan tol juga bekerja tiga shift. Yang berkaitan dengan airport, jalur kereta api, pelabuhan juga sama. Karena tanpa itu jangan harap kita bisa bersaing," sambungnya.

Untuk tahapan kedua, yaitu mengenai industri pengolahan. Dalam hal ini, Jokowi mengharapkan ke depannya tidak ada lagi ekspor barang mentah.

"Sumber Daya Alam (SDA) yang dihasilkan di Bumi Pertiwi harus diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah. Jangan kita sekali-sekali pada 10 tahun kedua masih ada yang berjualan bahan mentah, raw material. Semuanya harus barang minimal setengah jadi," terang Jokowi.

Tahapan ketiga, mengenai pengembangan industri jasa. Jokowi menilai, industri jasa di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dalam hal ini dilihat dari sektor pariwisata, media, dan juga kuliner.

"Kemudian di 20 tahun ketiga, kita harus bisa masuk besar-besaran ke industri jasa. Kekuatan kita sebetulnya kekuatan alam. Sekarang kita baru proses bangun 10 destinasi wisata baru. Masuk di sana, masuk di sarana pendukung," pungkas Jokowi.

Temui Presiden Jokowi, Melinda Gates Belajar Soal Kartu Indonesia Sehat

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana