logo


Komisi VIII Kenaikan Biaya Haji Tahun Ini Dipengaruhi Harga Avtur

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kenaikan ongkos naik haji tahun 2017 akan dibarengi dengan berbagai peningkatan pelayanan.

26 Maret 2017 14:59 WIB

Ilustrasi, penerbangan haji menggunakan maskapa Garuda Indonesia.
Ilustrasi, penerbangan haji menggunakan maskapa Garuda Indonesia. infopenerbangan.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kenaikan Biaya Penyelanggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2017 tak bisa dielakan, mengingat banyak variabel yang mengharuskan hal tersebut terjadi. Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, kenaikan BPIH tahun ini juga semata-mata untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah Indonesia.

"Kenaikan biaya memperhatikan avtur meski tidak lebih dari 11 sen dolar dan telah mempertimbangkan faktor inflasi di Arab Saudi," demikian ucap Ali di Jakarta.

Ali kemudian melanjutkan, pertimbangan dari kenaikan biaya BPIH 2017 juga dipengaruhi oleh jumlah jamaah haji Indonesia yang bertambah 31,4 persen dibanding 2016.


Alissa Wahid Mengaku Tak Ikhlas dengan Keegoisan DPR yang Akan Lakukan Rapid Test

Pada 2016, kuota haji reguler yang dilayani pemerintah adalah 155.200 orang sementara tahun 2017 jumlah haji reguler meningkat menjadi 204.000 jamaah seiring kembalinya kuota jatah haji untuk Indonesia.

DPR dan pemerintah menyepakati BPIH 2017 sebesar rata-rata Rp34.890.312 atau meningkat Rp249 ribu dibanding 2016. Angka itu ditetapkan setelah terjadi titik temu antara pemerintah dan DPR terkait BPIH untuk turun sebesar Rp 849.700 dari pengajuan pertama Kementerian Agama.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kenaikan ongkos naik haji tahun 2017 akan dibarengi dengan berbagai peningkatan pelayanan bagi jamaah Indonesia.

Menurut dia, besaran BPIH 2017 sudah rasional, sesuai dinamika pos pembiayaan dan penetapannya lebih cepat dari tahun lalu yaitu satu bulan lebih dahulu. Dampaknya adalah persiapan pelayanan haji akan dilakukan lebih awal dan diharapkan terjadi peningkatan kualitas ibadah haji.

"Saya rasa biaya haji 2017 ini sebanding dengan peningkatan pelayanan. Tahun ini juga ada paket sarapan pagi di Madinah, ini sesuatu yang baru yang tahun lalu belum direalisasikan. Juga memperbaiki tenda di Arafah," kata dia.

Rencana DPR Jalani Rapid Test Tuai Kritikan, Habiburokhman: Kita Tidak Pakai Anggaran Negara

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah