logo


TNI AU Awasi Tentara Amerika Serikat Selama di Aceh

"Kita lakukan pengamanan berlapis. Perjalanan dari hotel dan bandara tentu kita temani. sudah kita fasilitasi, diberi pengawasan khusus," kata Suliono di Markas Lanud SIM, Aceh Besar

26 Maret 2017 09:00 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pasca Pesawat Militer Amerika Serikat (AS) mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, para petinggi TNI Angkatan Udara berinisiatif untuk memberikan pengawalan intensif terhadap 20 tentara Amerika Serikat tersebut.

Tak hanya itu, pengawalan secara berlapis juga dilakukan kepada kru pesawat militer AS itu.

Awalnya 12 tentara AS yang memiliki passport atau pun dokumen lengkap diberikan izin oleh pihak imigrasi setempat untuk meninggalkan bandara guna menginap di hotel. Namun, setelah ada jaminan dari Kedubes Amerika Serikat akhirnya delapan tentara AS lainnya diizinkan menginap dan difasilitasi.


Kru Pesawat Militer AS yang Rusak Diizinkan Tinggal di Aceh Selama Lima Hari

Hanya saja, kru pesawat sementara memilih untuk tetap bertahan dan bermalam di pesawat guna menjaga burung besi yang rusak tersebut. Personel TNI AU juga turut menemani personel militer negara adidaya tersebut.

Adalah komandan Komandan Landasan Udara (Danlanud) SIM, Kolonel Pnb Suliono menyatakan, pendampingan dan pengamanan diberikan jajarannya mulai dari dari menuju dan kembali ke hotel, mereka tetap melewati proses pemeriksaan x-ray,

"Kita lakukan pengamanan berlapis. Perjalanan dari hotel dan bandara tentu kita temani. sudah kita fasilitasi, diberi pengawasan khusus," kata Suliono di Markas Lanud SIM, Aceh Besar, Sabtu (25/3).

Pesawat berjenis Boeing 707 itu ditumpangi oleh 20 tentara AS. Dari jumlah itu sudah termasuk pilot dan teknisi serta sejumlah kru pesawat. Mereka akan bertahan di Aceh hingga bantuan tim perbaikan (recovery) Amerika tiba untuk memperbaiki kerusakan pesawat.

Suliono menyebut belum ada kepastian kapan tim tersebut akan tiba di Aceh. Diperkirakan bantuan spare part pesawat diantar dari pangkalan terdekat. Sementara itu pihaknya mengaku melarang adanya barang keluar maupun masuk ke badan pesawat.

"Keluar masuk kita berikan x ray," pungkasnya.

Gerhana Matahari di Aceh Bertepatan dengan Peringatan Tsunami, Ini Pesan Kemenag

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah