logo


Hary Tanoe: Taksi Online Seharusnya Dilarang, Kalau Ojek Online Silakan

Pengemudi taksi online dianggap mengambil rezeki para supir taksi konvensional.

25 Maret 2017 10:41 WIB

Ketua Umum Partai Perindo yang juga CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe)
Ketua Umum Partai Perindo yang juga CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, mengungkapkan sudut pandangnya terkait polemik transportasi online yang hingga kini tak kunjung usai. 

Menurutnya, taksi online sebaiknya dilarang. Pasalnya, sebagian besar pengemudinya berasal dari kalangan menengah ke atas yang memiliki mobil pribadi, yang bisa saja menjadikan bisnis taksi online sebagai pekerjaan sampingan. Hary beranggapan bahwa hal tersebut akan memengaruhi pendapatan para supir taksi konvensional.

"Taksi online seharusnya dilarang di Indonesia, mereka kelas menengah yang mengambil nafkah sopir taksi. Kalau ojek online silakan," kata Hary, seperti diwartakan Okezone, Sabtu (25/3/2017).


Janji Politik HT, Bersama Perindo Jalankan Ekonomi Kerakyatan

Berbeda halnya dengan pengemudi ojek. Hary menuturkan bahwa kehidupan para pengemudi ojek online hampir sama dengan para pengemudi ojek konvensional/tradisional, yang menggunakan motor baik sebagai sarana mencari rezeki maupun tambahan nafkah. 

Sebelumnya, sudah banyak kejadian dan bentrok yang melibatkan para pengemudi transportasi konvensional dan pengemudi transportasi online. Di beberapa daerah seperti Manado dan Malang, para supir angkot dan taksi konvensional bersatu menolak kehadiran transportasi online. Di Tangerang beberapa waktu lalu, sebuah video supir angkot yang menabrak seorang pengemudi ojek online sempat viral di kalangan netizen. Masih pada bulan yang sama, pengemudi ojek online bentrok dengan supir taksi konvensional di Solo.

Pemerintah telah melakukan revisi terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaran Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek, yang akan berlaku mulai 1 April mendatang. 

Anies Baswedan: Amanah Partai Perindo Akan Kami Tunaikan

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari