logo


Kementan Gandeng Bareskrim untuk Kawal Proses Panen Cabai di Kediri

Ditjen Hortikultura bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengawal supaya tidak ada pihak yang mempermainkan harga yang akhirnya merugikan petani dan konsumen cabai.

23 Maret 2017 15:49 WIB

Ilustrasi, petani memanen cabai.
Ilustrasi, petani memanen cabai. Istimewa

KEDIRI, JITUNEWS.COM - Untuk memastikan ketersediaan stok cabai nasional yang stabil, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dirjen Hortikultura, Spudnik Sujono, memantau pertanian sentra cabai di Kediri, Jawa Timur.  

Spudnik optimis, dengan memastikan ketersediaan pasokan dari sentra tanaman cabai, serta menjaga harga di tingkat petani, harga cabai akan turut stabil. Hasil panen di sentra cabai ini akan dipasok ke Jakarta, Bali dan Surabaya.

"Ini baru satu kawasan yang kita kunjungi, masih ada kawasan lain yang luas lahan dan potensi produksinya hampir sama dengan wilayah yang kita kunjungi saat ini. Dan sudah mulai panen juga. Dengan ketersediaan stok cabai nasional masih aman hingga Idul Fitri, kisaran harga cabai pasti akan turut stabil," kata Spudnik.


Warga Desa Kemudo Gencar Tanam Hortikultura

Ditjen Hortikultura bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengawal proses panen cabai supaya tidak ada pihak yang mempermainkan harga yang akhirnya merugikan petani dan konsumen cabai.

"Saat ini harga cabai rawit cenderung menurun. Kita juga dibantu Bareskrim Polri mengawal agar jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan musim panen raya ini untuk mempermainkan harga. Berhubung Jawa Timur merupakan sentra pemasok kebutuhan cabai nasional hingga 30 persen, terutama dari Kediri, Banyuwangi, Blitar, Tuban, dan beberapa daerah lainnya. Pada prinsipnya petani harus untung, harga di konsumen tetap terjangkau. Masa harga cabai lebih tinggi dari daging, itu tidak elok terdengarnya," pungkas Spudnik.

Warga Solo ini Manfaatkan Lahan Bekas Makam Jadi Kebun Hortikultura

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari